PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Peta persaingan industri layanan transportasi berbasis aplikasi (ride-hailing) di Indonesia memasuki babak baru. Zendo, layanan ojek online (ojol) yang diinisiasi oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), mencatatkan pertumbuhan pesat dengan mengantongi izin operasional di 70 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia hingga penghujung tahun 2025.

Mengusung identitas ekonomi syariah dan pemberdayaan komunitas, Zendo tampil sebagai penantang serius bagi dua raksasa pasar, Gojek dan Grab, melalui pendekatan operasional yang lebih personal dan tersegmentasi.

Berbeda dengan kompetitor yang sepenuhnya bergantung pada ekosistem aplikasi seluler, Zendo menerapkan strategi aksesibilitas ganda. Selain aplikasi Android, Zendo mengandalkan integrasi WhatsApp sebagai kanal pemesanan.

Sistem ini memungkinkan konsumen berinteraksi langsung dengan admin wilayah untuk koordinasi penjemputan. Model ini dinilai efektif menjaring segmen pengguna yang menginginkan kemudahan tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan, sekaligus memberikan sentuhan layanan yang lebih humanis.

Zendo secara eksplisit memposisikan diri sebagai platform berbasis nilai-nilai Islam. CEO Zendo, Lutfy Azizah, menekankan bahwa fokus utama perusahaan adalah menciptakan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, guna menekan angka pengangguran.

Secara finansial, Zendo menerapkan struktur komisi yang kompetitif:

  • Potongan Komisi: Maksimal 20% bagi hasil (80:20 untuk mitra pengemudi), serupa dengan standar industri namun diklaim lebih transparan di tingkat kantor wilayah.
  • Keunggulan Operasional: Adanya jeda waktu salat dan penyesuaian jam operasional yang selaras dengan prinsip syariah.
  • Penetapan Tarif: Untuk layanan motor (Zendo Bike), tarif dipatok mulai dari Rp10.000 untuk jarak pendek (0-3 km), dengan skema Rp2.500 per kilometer untuk jarak di atas 7 km.

Diversifikasi Layanan dan Target Pasar

Meski berbasis komunitas, portofolio layanan Zendo tergolong lengkap dan mampu bersaing dengan platform konvensional. Ekosistem mereka mencakup:

  • Transportasi: Zendo Bike dan Zendo Car.
  • Logistik & Konsumsi: Zendo Delivery, Zendo Food, dan Zendo Shopping.
  • Lifestyle: Zendo Cleaning Service dan Home Service.

Ekspansi dan Tantangan Regulasi Internal

Hingga akhir 2025, 25 dari 70 kota sasaran telah aktif beroperasi, mencakup wilayah strategis seperti Yogyakarta, Bekasi, Batam, hingga Banjarmasin. Jakarta diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan pengguna terbesar pada tahun ini.

Namun, di tengah pertumbuhan ini, Zendo menghadapi tantangan terkait regulasi internal. Kebijakan mengenai jam kerja yang ketat serta larangan menolak pesanan menjadi sorotan di kalangan warganet dan mitra, yang dianggap perlu dievaluasi agar keseimbangan antara performa bisnis dan kesejahteraan pengemudi tetap terjaga.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________