PUNGGAWANEWS, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan gaya kepemimpinan yang tidak biasa menjelang musim mudik Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H. Alih-alih mengandalkan laporan tertulis dari dinas terkait, pria yang akrab disapa Kang Dedi ini memilih turun langsung ke lapangan dengan mengendarai sepeda motor untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan.
Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini mencakup wilayah yang cukup luas. Perjalanan dimulai dari Kabupaten Subang dan berakhir di Kabupaten Ciamis, setelah melewati sejumlah daerah lain seperti Indramayu, Majalengka, Kuningan, hingga Kota Banjar. Total jarak tempuh yang dilalui diperkirakan mencapai ratusan kilometer.
Kondisi cuaca buruk dengan intensitas hujan yang cukup tinggi sepanjang perjalanan tidak menyurutkan tekad Gubernur untuk melanjutkan inspeksi lapangan. Dedi tetap melaju menembus guyuran hujan demi memastikan kondisi jalan benar-benar layak dilalui pemudik.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa metode inspeksi dengan menggunakan sepeda motor atau yang ia sebut “momotoran” memberikan perspektif yang jauh lebih detail dibandingkan dengan laporan administratif yang biasa diterima di kantor gubernuran.
“Dengan turun langsung menggunakan motor, saya bisa merasakan sendiri kondisi jalan, melihat detail yang mungkin tidak tersampaikan dalam laporan,” ujar Dedi.
Gubernur yang dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat ini memeriksa berbagai aspek infrastruktur jalan secara menyeluruh. Mulai dari kualitas permukaan aspal, kondisi bahu jalan, hingga kejelasan marka jalan, semuanya dicek langsung oleh Dedi tanpa perantara.
Salah satu ruas jalan yang menjadi perhatian khusus adalah jalan di Cikijing, Kabupaten Majalengka. Kawasan ini sebelumnya sempat mengalami gangguan akibat bencana tanah longsor. Setelah melakukan pengecekan langsung, Dedi memastikan bahwa perbaikan di lokasi tersebut telah tuntas dan jalan sudah dalam kondisi aman untuk dilalui.
Langkah proaktif yang diambil Gubernur Dedi Mulyadi ini dinilai sebagai bentuk pengawasan langsung yang bertujuan memastikan infrastruktur jalan benar-benar siap menghadapi lonjakan volume kendaraan saat arus mudik Lebaran. Setiap tahun, jutaan pemudik melintasi jalur darat di Jawa Barat untuk pulang kampung merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Aksi turun langsung Gubernur Jawa Barat ini menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian besar masyarakat memberikan apresiasi positif atas kesederhanaan dan kepedulian langsung pejabat nomor satu di Jawa Barat tersebut terhadap kondisi infrastruktur daerah.
“Ini bentuk kepemimpinan yang kita butuhkan. Tidak hanya di balik meja, tapi benar-benar melihat kondisi lapangan,” ujar salah seorang warganet yang memberikan komentar positif di media sosial.
Sementara itu, pengamat pemerintahan menilai metode inspeksi seperti ini merupakan bentuk pengawasan yang efektif, terutama menjelang momen krusial seperti mudik Lebaran yang terjadi setiap tahun. Dengan turun langsung, kepala daerah dapat mengidentifikasi masalah secara cepat dan memberikan instruksi perbaikan tanpa harus menunggu laporan berjenjang.
Gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang merakyat dan tidak segan turun langsung ke lapangan memang sudah dikenal sejak masa-masa awal kepemimpinannya. Aksi inspeksi dengan motor ini menjadi salah satu bukti komitmennya untuk memastikan pelayanan publik, khususnya infrastruktur jalan, benar-benar berfungsi optimal saat dibutuhkan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menargetkan seluruh ruas jalan strategis, baik jalan provinsi maupun yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, dapat dalam kondisi prima menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Maret 2026 mendatang.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.