Infrastruktur Pulih, Akses Masih Terbatas
Memasuki hari kesepuluh, infrastruktur seperti listrik dan sebagian besar jembatan mulai dapat diakses. Namun, tantangan terberat adalah menjangkau daerah terisolir seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah (Takingan), dan sebagian Bireun.
Empat kabupaten masih mengalami terputusnya jalur darat, sehingga distribusi bantuan ke pengungsi dan warga pedalaman harus mengandalkan helikopter dan jalur laut. Mualim telah meminta penambahan armada helikopter kepada Presiden untuk memaksimalkan penyaluran logistik.
Kritik Keras untuk Kepala Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Mualim menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja beberapa bupati di tengah bencana. “Karena kita lihat kan mereka dipilih oleh rakyat. Kenapa bila terjadi kejadian begini mereka kewalahan, mereka ya seperti acuh tak acuh, tidak ada tanggung jawab,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut bupati yang bersikap “cengeng” sebaiknya mengundurkan diri. Pernyataan keras ini merupakan tuntutan agar pemimpin daerah menunjukkan fokus dan tanggung jawab penuh di masa darurat, bukan bersikap lepas tangan.
Bantuan Asing Tanpa Status Bencana Nasional
Meski bencana ini tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, Pemerintah Provinsi Aceh secara langsung meminta dan menerima bantuan dari negara sahabat. Malaysia dan China telah mengirimkan obat-obatan serta tenaga medis yang kini bekerja membantu korban dan akan kembali lagi.
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.