Summarize the post with AI
Tiga Fase Pengembangan Rudal
Perjalanan Iran membangun kekuatan rudalnya berlangsung bertahap dan sistematis.
Pada fase awal 1980-an, Iran mulai mempelajari teknologi rudal Scud melalui proses rekayasa balik dari sistem yang diperoleh dari negara lain. Memasuki 1990-an, kerja sama dengan Korea Utara mempercepat pengembangan, termasuk melahirkan rudal jarak menengah seperti Shahab-3 yang memiliki jangkauan hingga sekitar 1.300 kilometer.
Sejak 2000-an, Iran beralih ke teknologi bahan bakar padat yang memungkinkan peluncuran lebih cepat dan meningkatkan kemampuan bertahan dari deteksi sistem pertahanan modern. Berbagai varian rudal kemudian dikembangkan, dari yang berpresisi tinggi hingga yang diklaim memiliki kemampuan hipersonik.
Ekonomi Tahan Tekanan dan Peran Mitra Global
Di balik kemajuan militer tersebut, Iran menerapkan strategi yang dikenal sebagai “resistance economy” — sebuah pendekatan yang menekankan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan pada impor.
Sumber pendanaan utama tetap berasal dari sektor energi. Dengan cadangan minyak yang besar, Iran mempertahankan aliran pemasukan melalui jalur perdagangan alternatif, termasuk dengan negara-negara non-Barat seperti China. Hubungan ini memungkinkan Iran mengakses pasar ekspor sekaligus memperoleh dukungan logistik dan teknologi tertentu.
Selain itu, kerja sama strategis dengan Rusia juga berperan dalam penguatan kapasitas pertahanan, mulai dari sistem pertahanan udara hingga pengembangan teknologi militer lainnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.