Mereka berasal dari beragam latar belakang etnis dan budaya: Afrika, Arab, Asia Selatan, Latin, Eropa, hingga penduduk asli. Mereka adalah dokter, sopir taksi, tentara, guru, seniman, dan wirausahawan—terintegrasi dalam kehidupan Amerika modern. Lebih dari 3.500 masjid dan pusat Islam berdiri di seluruh negeri, dan Islam dijalani secara terbuka dalam keseharian.
Ruang Sunyi di Tengah Dunia yang Bising
Dalam konteks itulah Dar Al-Islam menemukan perannya hari ini. Ia bukan lagi desa yang dihuni sepenuhnya, melainkan ruang sunyi—tempat menjauh sejenak dari kesibukan dunia, memperdalam iman, dan memperkaya kehidupan spiritual Muslim Amerika. Di tengah gurun yang hening, Dar Al-Islam terus mengingatkan bahwa iman dapat tumbuh subur, bahkan di tanah yang tampak paling gersang sekalipun.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.