Summarize the post with AI
Di tengah suasana yang menghimpit dada itulah Presiden Prabowo Subianto melangkah mendekat. Tanpa sekat protokoler yang kaku, pemimpin tertinggi negeri ini membungkukkan badan, lalu dengan penuh kelembutan mengusap kepala mungil sang bayi yang gelisah. Tak lama berselang, Presiden mendaratkan sebuah ciuman di dahi bayi itu—sebuah gestur sederhana namun sarat makna, sekaligus representasi janji tak terucap bahwa negara tidak akan berpaling dari keluarga yang telah menyerahkan segalanya demi Merah Putih.
Presiden kemudian beralih, memegang tangan para istri dan ibu dari ketiga prajurit yang gugur. Kata-kata penguatan dibisikkan, air mata dibiarkan mengalir tanpa ada yang menahan. Di hadapan peti jenazah Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon dan Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, pemandangan serupa kembali terulang. Para istri tak mampu membendung tangis saat berhadapan langsung dengan Presiden. Sementara para ibu dari para prajurit berdiri dengan mata yang sembab namun mencoba tegar, menunaikan tugas menemani putra mereka untuk yang terakhir kali di sisi peti yang dingin dan senyap.
Sebelum meninggalkan ruangan, Presiden Prabowo mengambil posisi berdiri tegak di hadapan foto resmi ketiga almarhum yang terpajang. Ia lantas memberikan hormat militer—penghormatan seorang Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata kepada prajuritnya yang telah melampaui batas tugas biasa dan menyerahkan nyawa mereka di tanah yang jauh dari keluarga.
Ketiga prajurit itu gugur di bawah mandat PBB, bertugas memastikan perdamaian bagi anak-anak di negeri yang dilanda perang. Namun pada sore yang mulai redup di Tangerang itu, justru anak-anak dan keluarga merekalah yang kini harus belajar menjalani hidup tanpa kehadiran sang pahlawan. Ciuman Presiden di dahi bayi Muhammad Nur Ichwan menjadi pengingat yang tak akan mudah pudar: bahwa perdamaian dunia kerap kali harus dibeli dengan harga yang teramat mahal—air mata, kepiluan, dan perpisahan yang tidak akan pernah berakhir.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.