PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Sebuah penemuan mengejutkan mengungkap bahwa seorang ulama dan ilmuwan Mesir di abad ke-19 telah memprediksi tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah dengan akurasi yang sempurna, bertepatan dengan penetapan Kalender Hijriah Global Terpadu (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah saat ini.

Informasi tentang manuskrip bersejarah ini diungkapkan oleh Ajengan Wawan Gunawan Abdul Wahid, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui grup WhatsApp pada Selasa (17/2).

Sosok di balik prediksi akurat tersebut adalah Muhammad Mukhtar Pasha, seorang cendekiawan sekaligus tokoh militer terkemuka Mesir. Ia menulis karya monumental bertajuk “Al-Tawfīqāt al-Ilhāmiyyah fī al-Muqāranat al-Tawārīkh al-Hijriyyah bi al-Sinīn al-Ifranjiyyah wa al-Qibṭiyyah”.

Karya ilmiah tersebut merupakan upaya sistematis untuk menyelaraskan sistem penanggalan Hijriah (berbasis bulan) dengan kalender Syamsiyah, mencakup kalender Masehi Eropa maupun kalender tradisional Mesir kuno (Qibṭiyyah).

Visi Jauh ke Depan Sang Cendekiawan

Dalam pengantar karyanya, Mukhtar Pasha menyampaikan pemikiran filosofis yang mendalam. Ia menyatakan bahwa Allah SWT telah menjadikan matahari dan bulan sebagai manifestasi kebesaran-Nya yang tidak terpengaruh oleh kematian atau kehidupan siapa pun (lā yankasifāni li mawti aḥadin wa lā liḥayātih).

Menurut pandangannya, pemahaman terhadap pergerakan benda-benda langit merupakan kebutuhan fundamental umat manusia (ḍarūrata ma’rifatih bi al-awqāt), tidak hanya untuk melaksanakan kewajiban ritual keagamaan (liyu’addiya mafrūḍātih al-dīniyyah), tetapi juga untuk mengatur aktivitas kehidupan sehari-hari (wa yaqūma bi wājibāti ma’āsyih al-dunyawiyyah).

Sang cendekiawan juga menekankan signifikansi pencatatan sejarah bagi keberlanjutan peradaban. Ia mencatat bahwa setiap bangsa memiliki kerinduan alamiah untuk melestarikan warisan sejarah nenek moyang mereka (tasyrru’bu al-a’nāq… ilā ḥifẓi tārīkh al-salaf al-awwal).

Mukhtar Pasha mengamati bahwa karya-karya terdahulu justru kerap menimbulkan kerancuan akibat inkonsistensi metodologi. Hal ini mendorongnya untuk mengembangkan sistem penanggalan (taqwīm) yang lebih terstruktur dan akurat melalui pendekatan penelitian yang teliti (manhaj al-taḥarrī al-qawīm). Ambisi besarnya adalah menyusun proyeksi kalender hingga tahun 1500 Hijriah.

Ketepatan Prediksi yang Mencengangkan

Bagian paling memukau dari naskah ini terdapat pada halaman 764, khususnya tabel untuk tahun 1447 Hijriah. Muhammad Mukhtar Pasha mencantumkan konversi waktu dengan tingkat detail yang luar biasa.

Dalam catatannya, Mukhtar Pasha menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari Rabu (al-Arbi’ā’), bertepatan dengan 18 Februari 2026 Masehi (18 Fibrāyir). Tidak hanya itu, ia juga memproyeksikan awal Syawal 1447 H—atau yang dikenal sebagai Idul Fitri—akan jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026 Masehi (20 Māris).

Keselarasan sempurna antara prediksi Mukhtar Pasha dan penetapan KHGT ini memang bisa saja merupakan suatu kebetulan yang mengagumkan. Namun, yang lebih menakjubkan adalah kenyataan bahwa perhitungan tersebut dilakukan pada abad ke-19 di Mesir, di era ketika komputasi modern belum ada dan seluruh perhitungan dilakukan secara manual. Fakta bahwa hasil kerja keras Mukhtar Pasha secara mengejutkan konvergen dengan kesimpulan kalender global kontemporer pada titik waktu yang identik sungguh luar biasa.

Misteri Metodologi

Akurasi yang mencengangkan ini menimbulkan pertanyaan fundamental: kriteria atau metode perhitungan apa sebenarnya yang diterapkan oleh Mukhtar Pasha?

Meskipun sang cendekiawan tidak menguraikan secara eksplisit algoritma detail yang digunakannya, terdapat indikasi kuat bahwa ia menerapkan pendekatan yang menyerupai Kriteria Global. Hal ini tercermin dari kemampuannya melakukan sinkronisasi presisi antara tahun Hijriah dan tahun Syamsiyah untuk rentang waktu mencapai ratusan tahun.

Temuan ini membawa implikasi historis yang signifikan: konsep kalender Islam yang bersifat universal atau “global” kemungkinan besar sudah dikonseptualisasikan dan dipraktikkan sejak abad ke-19, atau bahkan mungkin periode yang lebih awal.

Catatan Penting dari Muhammadiyah

Perlu digarisbawahi bahwa Muhammadiyah dalam menetapkan KHGT tidak secara spesifik merujuk atau mendasarkan pada manuskrip Mukhtar Pasha ini. Mengingat kemungkinan adanya perbedaan kriteria yang dapat muncul di masa mendatang, sangat mungkin terjadi perbedaan penetapan tanggal untuk tahun-tahun yang lain.

Penemuan ini membuka wawasan baru tentang sejarah perkembangan ilmu falak dalam peradaban Islam, sekaligus menunjukkan kesinambungan tradisi keilmuan dari masa ke masa.

Sumber Referensi: Muhammad Mukhtar Pasha, “al-Tawfīqāt al-Ilhāmiyyah fī Muqāranat al-Tawārīkh al-Hijriyyah bi al-Sinīn al-Ifranjiyyah wa al-Qibṭiyyah” (Kairo: al-Maṭba’ah al-Amīriyyah, 1311 H), hlm. 764.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________