Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia (world food basket), terutama di tengah ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik.

Meski optimisme tinggi, Rizal mengingatkan bahwa tantangan ke depan tetap ada, terutama terkait cuaca ekstrem yang dapat mengganggu jadwal panen. Oleh karena itu, Bulog terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan instansi terkait untuk memantau kondisi cuaca dan memberikan dukungan kepada petani.

“Kami terus pantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Kalau ada potensi gangguan, kami siap ambil langkah antisipasi,” pungkasnya.

Dengan kesiapan operasional yang matang, koordinasi antarlembaga yang solid, dan stok cadangan yang memadai, Bulog optimistis dapat menjalankan dual track policy: memenuhi kebutuhan domestik sekaligus membuka peluang ekspor untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global.

Sumber: Perum Bulog, Antara

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________