Summarize the post with AI

Akar Historis: Revolusi dan Ketidakpercayaan

Ketegangan ini tidak lepas dari peristiwa Revolusi Iran 1979, yang mengubah Iran dari monarki pro-Barat menjadi republik Islam dengan ideologi revolusioner. Perubahan ini dipandang sebagai ancaman oleh kerajaan-kerajaan Teluk yang berbasis monarki.

Ketegangan semakin meningkat selama Perang Iran-Irak, ketika banyak negara Teluk secara tidak langsung mendukung Irak untuk menahan ekspansi pengaruh Iran. Sejak saat itu, tingkat kepercayaan di kawasan mengalami erosi yang signifikan.

Pengaruh Regional dan Proksi

Iran juga memperluas pengaruhnya melalui aktor non-negara, seperti Hizbullah di Lebanon. Pendekatan ini memungkinkan Iran memproyeksikan kekuatan tanpa harus terlibat langsung dalam konflik terbuka.

Perubahan geopolitik pasca Invasi Irak 2003 semakin memperkuat posisi Iran. Kekosongan kekuasaan di Irak membuka ruang bagi kelompok-kelompok yang memiliki kedekatan dengan Teheran.

Di Yaman, konflik dengan kelompok Houthi juga mencerminkan dinamika serupa. Serangan menggunakan drone berbiaya rendah terhadap target strategis di Arab Saudi menciptakan ketidakseimbangan biaya yang signifikan dalam sistem pertahanan modern.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________