Kajian Keutamaan Ramadhan dan Persiapan Menyambutnya

Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Tidak terasa, bulan Ramadhan akan segera tiba. Bulan yang dinanti oleh orang-orang beriman, bulan penuh keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Para salafush shalih dahulu sangat memperhatikan datangnya Ramadhan. Mereka berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan, dan enam bulan setelahnya agar amal mereka diterima oleh Allah.

Hal ini menunjukkan betapa mereka memahami keagungan dan kemuliaan bulan Ramadhan, serta betapa besar harapan mereka terhadap rahmat Allah di bulan tersebut.

Sikap Salaf dalam Menyambut Ramadhan

Para ulama terdahulu memahami bahwa Ramadhan bukanlah rutinitas tahunan semata. Barang siapa menyambut Ramadhan dengan kesungguhan, niat yang ikhlas, dan persiapan yang matang, maka Allah akan memberinya taufik untuk mengisi Ramadhan dengan amal terbaik.

Allah Maha Mengetahui niat hamba-Nya. Perbedaan antara orang yang menyambut Ramadhan dengan kerinduan dan orang yang menyambutnya sekadar kebiasaan tahunan adalah perbedaan yang sangat besar di sisi Allah.

Oleh karena itu, di antara bentuk persiapan sebelum Ramadhan adalah:

  1. Memahami keutamaan bulan Ramadhan
  2. Mempelajari fiqih Ramadhan
  3. Menata niat dan semangat ibadah

Keutamaan Bulan Ramadhan

1. Ramadhan adalah Bulan Penuh Keberkahan

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Ramadhan adalah Syahrun Mubārak (bulan yang penuh berkah). Makna berkah adalah banyaknya kebaikan. Di bulan ini, pahala amal dilipatgandakan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

Para ulama sepakat bahwa amal kebaikan di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya, meskipun tidak ada nash yang menyebutkan jumlah pastinya. Adapun dosa, tidak dilipatgandakan secara jumlah, namun diperberat dari sisi kualitasnya, karena dilakukan di waktu yang mulia.

2. Pahala Amal Dilipatgandakan

Beberapa contoh keutamaan amal di bulan Ramadhan:

  • Umrah di bulan Ramadhan setara pahalanya dengan haji bersama Nabi ﷺ.
  • Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.
  • Sedekah di bulan Ramadhan lebih utama dibanding bulan lainnya.
  • Membaca Al-Qur’an, tasbih, dan ibadah lainnya memiliki keutamaan yang jauh lebih besar.

Rasulullah ﷺ adalah orang paling dermawan, dan puncak kedermawanan beliau terjadi di bulan Ramadhan ketika Jibril ‘alaihis salām menemui beliau untuk mengajarkan Al-Qur’an.

3. Puasa adalah Ibadah Khusus untuk Allah

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Para ulama menyebutkan dua pendapat kuat:

  1. Puasa lebih terjaga dari riya, karena tidak tampak secara lahiriah.
  2. Pahala puasa tidak terbatas, Allah yang langsung membalasnya tanpa perantara.

Puasa mencakup tiga jenis kesabaran:

  • Sabar dalam ketaatan
  • Sabar meninggalkan maksiat
  • Sabar menghadapi rasa lapar dan dahaga

Karena itulah pahala puasa termasuk dalam firman Allah:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diberi pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

4. Puasa Menghapus Dosa

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa:

  • Shalat lima waktu,
  • Jumat ke Jumat,
  • Ramadhan ke Ramadhan,

akan menghapus dosa-dosa di antara waktu tersebut selama dosa besar dijauhi.

Puasa juga menghapus dosa-dosa yang berkaitan dengan keluarga, tetangga, dan harta, yang sering menjadi sumber fitnah bagi manusia.

5. Ampunan bagi yang Berpuasa dengan Iman dan Ihtisab

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Ihtisab berarti menjalankan ibadah dengan penuh harapan, semangat, dan kegembiraan, bukan dengan rasa terpaksa atau sekadar rutinitas.

6. Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup

Di bulan Ramadhan:

  • Pintu-pintu surga dibuka
  • Pintu-pintu neraka ditutup
  • Setan-setan dibelenggu

Hal ini memudahkan seorang hamba untuk beramal shalih dan menjauhi maksiat. Jika masih terjadi kemaksiatan, maka itu disebabkan oleh lemahnya iman, dorongan hawa nafsu, atau pengaruh setan manusia.

7. Bau Mulut Orang yang Berpuasa Lebih Harum dari Minyak Kasturi

Bau mulut orang yang berpuasa di dunia mungkin terasa tidak sedap, namun di sisi Allah, bau tersebut lebih harum dari minyak kasturi. Pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan dibangkitkan dengan aroma mulia sebagai bentuk kemuliaan dari Allah.

8. Pembebasan dari Api Neraka Setiap Malam

Setiap malam di bulan Ramadhan, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Ini bukan hanya di sepuluh hari terakhir, tetapi setiap malam sepanjang Ramadhan.

Karena itu, sangat merugi orang yang melewati Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan Allah.

Penutup

Ramadhan adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui kembali. Setan dibelenggu, pintu surga dibuka, dan pahala amal dilipatgandakan. Maka sungguh celaka orang yang menyia-nyiakan kesempatan besar ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk menyambut Ramadhan dengan ilmu, iman, dan amal shalih.

InsyaAllah, pembahasan fiqih persiapan Ramadhan akan dilanjutkan pada Bagian 2.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________