Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, Dalam rangkaian kajian Serial Sahabat Nabi yang disampaikan oleh Ustadz Khalid Basalamah, sosok Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu anhu hadir sebagai salah satu figur paling berpengaruh namun kerap luput dari perhatian dalam sejarah awal Islam. Sebagai paman kandung Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, Abbas bukan sekadar kerabat darah, melainkan penyokong nyata perjuangan dakwah yang perannya terentang sejak masa-masa paling kritis dalam perjalanan Nabi.

Abbas adalah putra Abdul Muthalib, kakek Nabi yang legendaris. Dari sepuluh putra Abdul Muthalib, hanya empat yang masih hidup saat kenabian berlangsung. Dua di antaranya, Abu Thalib dan Abu Lahab, meninggal dalam keadaan kafir. Dua lainnya, Hamzah dan Abbas, menjadi pelita iman yang memeluk Islam dengan sepenuh hati. Abbas dilahirkan di Makkah sekitar tahun 565 Masehi, usianya tidak terpaut jauh dari Nabi, sehingga ketika Abdul Muthalib wafat, keduanya seolah menjadi dua anak yatim yang kehilangan sandaran dalam waktu yang sama.

Dari istrinya yang paling dikenal, Ummu Fadl yang nama aslinya Lubabah, Abbas dikaruniai tujuh anak. Yang paling masyhur di antaranya adalah Abdullah bin Abbas, sang lautan ilmu yang kemudian menjadi rujukan tafsir Al-Qur’an bagi seluruh umat Islam sepanjang zaman. Dari istri keduanya, Jamilah binti Jundub, ia mendapat seorang putra bernama Al-Harit. Secara keseluruhan Abbas memiliki sekitar dua belas keturunan.

Salah satu momen paling bersejarah yang menempatkan Abbas dalam jajaran tokoh kunci Islam adalah peristiwa Bai’at Aqabah Kedua. Ketika tujuh puluh tiga lelaki dan dua perempuan dari Madinah berkumpul diam-diam di celah bukit Aqabah di bawah keheningan malam, Abbas hadir sebagai juru bicara pertama. Meski saat itu statusnya belum dinyatakan sebagai muslim secara terbuka, ia berdiri membela ponakannya dengan tegas. Kepada kaum Khazraj dan Aus ia berkata bahwa Muhammad adalah bagian dari mereka, terlindungi di negerinya sendiri, dan jika orang-orang Madinah tidak benar-benar siap memberikan perlindungan, maka lebih baik tidak mengajak Nabi berhijrah. Pernyataan itu menjadi pemantik bagi kaum Ansar untuk membulatkan tekad dan mengucapkan bai’at dengan sepenuh jiwa.

Para ulama berbeda pendapat soal kapan tepatnya Abbas masuk Islam. Sebagian meyakini ia memeluk Islam sejak fase awal di Makkah namun merahasiakannya, sementara pendapat lain menyatakan keislamannya baru tampak nyata menjelang Fathu Makkah. Namun terlepas dari perbedaan itu, satu hal disepakati: kiprahnya dalam mendukung perjuangan Nabi tidak pernah surut.

BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Pada Perang Badar, Abbas hadir di pihak Quraisy bukan atas kehendaknya sendiri, melainkan karena dipaksa. Nabi pun mengetahui hal ini dan secara khusus memerintahkan pasukannya agar tidak membunuh Abbas. Ia akhirnya menjadi tawanan perang, dan dalam suatu malam Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak mampu tidur karena mendengar rintihan pamannya dalam ikatan. Peristiwa ini menjadi cermin betapa dalamnya kasih sayang Nabi kepada Abbas, dan betapa Islam tidak memutus ikatan kemanusiaan bahkan di tengah medan perang.

Keberanian dan kesetiaan Abbas tampil paling gemilang dalam Perang Hunain. Saat pasukan muslimin yang berjumlah dua belas ribu orang sempat kocar-kacir karena sebagian merasa terlalu mengandalkan kekuatan jumlah, Nabi berdiri teguh diapit Abbas dan Abu Sufyan. Di saat genting itu, Nabi memerintahkan Abbas memanggil kembali para sahabat yang pernah berbaiat di bawah pohon. Dengan suaranya yang lantang dan nyaring, Abbas berseru memanggil Ashabus Syajarah. Dan mereka pun berdatangan bagaikan induk sapi yang berlari menemukan anaknya, langsung bergabung dan membalikkan keadaan peperangan.

Setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam wafat, kemuliaan Abbas tidak pudar. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, ketika Madinah dan sekitarnya dilanda kekeringan parah di tahun 18 Hijriah, Umar mengajak Abbas untuk memimpin doa minta hujan. Dengan rendah hati Abbas berdoa, mengakui dosa-dosa manusia, memohon taubat, dan menyebut kedudukannya sebagai paman Nabi sebagai wasilah. Langit pun merespons. Awan tebal berkumpul, dan hujan pun turun membasahi bumi yang telah lama kering kerontang.

Abbas dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan. Tidak pernah ia berpapasan dengan tetangga tanpa menyertakan hadiah atau pemberian. Perawakannya pun istimewa: tinggi, berkulit cerah, berwajah tampan, dan memiliki suara yang berwibawa dan nyaring. Dikisahkan bahwa ketika Umar bin Khattab memasuki Palestina dalam posisi sederhana bergantian menuntun unta dengan budaknya, para pendeta Nasrani sempat mengira Abbaslah sang khalifah karena wibawa penampilannya.

Nabi sallallahu alaihi wasallam sendiri secara terang-terangan menyatakan kecintaannya kepada Abbas. Beliau pernah bersabda bahwa paman seseorang bagaikan saudara kandung ayahnya, dan siapa yang menyakiti Abbas berarti telah menyakiti Nabi. Beliau juga mendoakan Abbas dengan doa yang luar biasa, memohon kepada Allah agar memberikan ampunan lahir dan batin yang tidak menyisakan satu dosa pun. Doa yang bahkan dikatakan belum pernah terulang dengan redaksi serupa untuk siapapun selain Abbas dan putranya.

Sebelum meninggal dunia pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan sekitar tahun 653 Masehi, Abbas membebaskan tujuh puluh budak sebagai amal terakhirnya. Jenazahnya dimakamkan di Baqi’, Madinah. Begitu besarnya penghormatan sahabat kepadanya, sehingga saat berita wafatnya menyebar, lautan manusia memadati sekitar jenazahnya hingga sebagian sahabat bahkan tidak mampu mendekati untuk mengangkat keranda beliau.

Kajian tentang Abbas bin Abdul Muthalib ini menjadi pengingat bahwa mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan hanya soal ucapan, melainkan mencakup mencintai orang-orang yang dicintai beliau, meneladani sejarah mereka, dan menjadikan kesetiaan serta kejujuran sebagai landasan setiap ikrar dan komitmen dalam kehidupan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________