Summarize the post with AI

Abbas dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan. Tidak pernah ia berpapasan dengan tetangga tanpa menyertakan hadiah atau pemberian. Perawakannya pun istimewa: tinggi, berkulit cerah, berwajah tampan, dan memiliki suara yang berwibawa dan nyaring. Dikisahkan bahwa ketika Umar bin Khattab memasuki Palestina dalam posisi sederhana bergantian menuntun unta dengan budaknya, para pendeta Nasrani sempat mengira Abbaslah sang khalifah karena wibawa penampilannya.

BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Nabi sallallahu alaihi wasallam sendiri secara terang-terangan menyatakan kecintaannya kepada Abbas. Beliau pernah bersabda bahwa paman seseorang bagaikan saudara kandung ayahnya, dan siapa yang menyakiti Abbas berarti telah menyakiti Nabi. Beliau juga mendoakan Abbas dengan doa yang luar biasa, memohon kepada Allah agar memberikan ampunan lahir dan batin yang tidak menyisakan satu dosa pun. Doa yang bahkan dikatakan belum pernah terulang dengan redaksi serupa untuk siapapun selain Abbas dan putranya.

Sebelum meninggal dunia pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan sekitar tahun 653 Masehi, Abbas membebaskan tujuh puluh budak sebagai amal terakhirnya. Jenazahnya dimakamkan di Baqi’, Madinah. Begitu besarnya penghormatan sahabat kepadanya, sehingga saat berita wafatnya menyebar, lautan manusia memadati sekitar jenazahnya hingga sebagian sahabat bahkan tidak mampu mendekati untuk mengangkat keranda beliau.

Kajian tentang Abbas bin Abdul Muthalib ini menjadi pengingat bahwa mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan hanya soal ucapan, melainkan mencakup mencintai orang-orang yang dicintai beliau, meneladani sejarah mereka, dan menjadikan kesetiaan serta kejujuran sebagai landasan setiap ikrar dan komitmen dalam kehidupan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________