Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan gelombang serangan rudal balistik terbaru ke Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan. Serangan yang disebut sebagai “gelombang ke-42” ini menandai eskalasi konflik yang semakin tidak terkendali di wilayah Teluk Persia.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis rekaman peluncuran berbagai jenis rudal balistik, termasuk rudal Emad, Qader, Khaibar Shekan, dan Fatah. Seluruh peluncuran rudal tersebut diiringi seruan takbir dari pasukan Iran dalam operasi yang mereka sebut sebagai kelanjutan dari “Operasi Janji Benar” (True Promise).
Menurut keterangan resmi IRGC, target utama serangan gelombang terbaru ini adalah kota Tel Aviv serta berbagai instalasi militer Amerika Serikat yang tersebar di seluruh kawasan Timur Tengah. Serangan ini dilakukan sebagai bentuk pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai “syahid perang Ramadan”.
Ancaman Penggunaan Rudal Hulu Ledak Satu Ton
Komandan militer Iran menegaskan bahwa Tehran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu ledak ringan. Sebaliknya, Iran akan menggunakan seluruh persediaan rudalnya yang dilengkapi hulu ledak dengan bobot minimal satu ton untuk melakukan serangan masif terhadap Israel dan fasilitas-fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pernyataan tegas ini menunjukkan bahwa Iran menutup rapat peluang negosiasi dan akan terus melanjutkan serangannya. Sikap ini sekaligus membantah klaim Presiden Amerika Serikat yang menyatakan bahwa perang sudah memasuki tahap-tahap akhir.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.