PUNGGAWANEWS, BANDA ACEH — Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualim menyebut bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh sebagai “Tsunami Kedua” karena dampak kerusakannya yang masif. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan program Mata Najwa saat membahas penanganan bencana yang telah memasuki hari kesepuluh.
Mualim menjelaskan, meski skala kerusakan sebanding dengan tsunami 2004, bencana kali ini memiliki karakteristik berbeda. Jika tsunami berlangsung sekitar 20 menit, hujan kali ini terjadi selama delapan hari delapan malam tanpa henti. “Air banjir bercampur material hitam yang menyebabkan gatal, perih, dan bau menyengat. Anehnya, banyak binatang melata seperti ular dan biawak yang seharusnya tahan justru ditemukan mati,” ujarnya.
Dikutip dari YT Najwa Shihab, Gubernur juga menyoroti dampak tragis lainnya. Banyak jenazah korban yang ditemukan dalam kondisi terbuka dan harus diikat di pohon atau jembatan karena tidak ada tempat untuk menguburkannya. Rumah-rumah kayu hancur total tanpa sisa, hanya menyisakan lumpur tebal setinggi pinggang.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.