PUNGGAWANEWS, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat agar mulai menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing. Imbauan ini bukan tanpa alasan, sebab langkah sederhana itu dinilai bisa membantu menekan laju inflasi pangan di daerah.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah, baik di tanah terbuka maupun dengan menggunakan pot atau polybag. Menurutnya, gerakan menanam cabai bisa menjadi solusi kecil yang berdampak besar bagi stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Kita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar. Kalau masyarakat bisa menanam cabai sendiri, minimal kebutuhan dapur bisa terpenuhi tanpa harus ikut panik ketika harga cabai naik,” ujar Fatmawati dalam keterangannya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, sekaligus menekan tekanan harga dari sektor hortikultura yang kerap menjadi pemicu inflasi musiman.
Pemerintah provinsi bahkan berencana menyalurkan bantuan bibit cabai bagi masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi. Fatmawati berharap gerakan ini bisa menjadi kebiasaan baru yang bermanfaat, bukan hanya untuk konsumsi pribadi tetapi juga potensi ekonomi keluarga.
Selain masyarakat umum, Fatmawati juga mengimbau para kepala daerah, terutama perempuan, untuk menjadi contoh dengan menggerakkan program tanam cabai di lingkungan masing-masing.
“Gerakan ini sederhana, tapi dampaknya besar. Bayangkan jika setiap rumah punya dua atau tiga pot cabai itu sudah membantu mengurangi beban permintaan di pasar,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga menegaskan pentingnya edukasi tentang cara menanam cabai yang benar agar hasilnya optimal, mulai dari pemilihan bibit, perawatan, hingga panen.
Melalui gerakan menanam cabai di rumah, Pemprov Sulsel berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.