Summarize the post with AI

Strategi pengelabuan ini dinilai efektif menguras arsenal rudal berharga milik Amerika-Israel tanpa menyentuh aset tempur utama Iran. “Ini adalah perang kecerdasan strategis. Iran menunjukkan bahwa mereka mampu mengecoh teknologi militer tercanggih sekalipun,” ujar seorang analis militer yang meminta untuk tidak disebutkan identitasnya.

Kelelahan Tentara Amerika

Eskalasi konflik ini juga memicu ketidakpuasan di kalangan militer Amerika Serikat. Brian McGinnis, seorang Marinir AS, dengan tegas menyatakan, “Tidak ada yang ingin mati untuk Israel.” Pernyataan serupa juga dilontarkan mantan petugas intelijen AS, Josephine Goldbell, yang mengkritik keras kebijakan luar negeri Amerika di hadapan Kongres.

“Selama setahun saya menyaksikan Israel membakar anak-anak. Kalian tidak peduli pada veteran, tidak peduli pada nilai-nilai Amerika. Kalian sedang menghancurkan negara ini,” ujar Goldbell dengan penuh emosi dalam kesaksiannya.

Sejumlah personel militer AS dilaporkan gugur dalam konfrontasi dengan Iran, menciptakan duka mendalam di kalangan anggota pasukan yang merasa korban mereka sia-sia.

Kekuatan Militer Iran yang Diremehkan

Sejarawan militer asal Beijing, Zhang Quen, menilai bahwa Amerika dan Israel meremehkan kapabilitas militer Iran. “Ini bukan Gaza. Iran adalah salah satu kekuatan militer terbesar di Asia dengan sistem pertahanan kompleks dan persenjataan yang belum sepenuhnya diperlihatkan,” jelasnya.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________