Thomas juga menyinggung kebijakan burden sharing yang diterapkan saat pandemi COVID-19, dan mengisyaratkan bahwa ia memiliki pandangan berbeda untuk kondisi saat ini—meski tidak merinci apakah kebijakan tersebut akan dihapus atau dimodifikasi.
“Saat ini kita sedang menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, dan di situlah pentingnya sinergi fiskal-moneter yang sedikit berbeda dari zaman pandemi dulu,” katanya.
K – Keberlanjutan Transformasi Keuangan
Pilar terakhir ini mencakup tiga program utama: implementasi UU P2SK, transformasi digital keuangan, serta peningkatan inklusi dan literasi keuangan.
Thomas menekankan pentingnya dukungan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
“Ke depannya, peran UMKM harus terus ditingkatkan. Dukungan bisa datang dari pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), insentif likuiditas makroprudensial dari bank sentral, hingga relaksasi mikroprudensial dari OJK,” paparnya.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.