E – Efektivitas Kebijakan
Poin ini berfokus pada pencapaian stabilitas dan pertumbuhan ekonomi melalui transmisi kebijakan yang optimal. Thomas menyoroti bahwa penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sepanjang 2025—dari 6 persen menjadi 4,75 persen—belum sepenuhnya ditransmisikan oleh perbankan dalam bentuk penurunan suku bunga kredit.
“Saya ingin mendorong agar transmisi kebijakan moneter bisa lebih maksimal ke depannya, sehingga aktivitas ekonomi lebih menggeliat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dampak positif dari injeksi likuiditas Rp200 triliun oleh Kementerian Keuangan pada September lalu, yang berhasil meningkatkan giro bank umum.
“Penurunan BI Rate yang ditopang penempatan dana Rp200 triliun membuat komponen giro bank umum naik. Jika likuiditas dan suku bunga dikelola bersama dengan baik, ini akan menopang pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
R – Resiliensi Sistem Keuangan
Thomas menekankan perlunya pendalaman pasar keuangan sebagai target jangka panjang, yang harus ditopang oleh penguatan intermediasi, basis pendanaan, dan inklusi keuangan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.