“Rezeki telah diatur oleh Allah. Kita hanya perlu menjaga ketaatan kepada-Nya.”
Ia meminta istrinya menyalakan api di dapur agar tetangga tidak mengira mereka tidak makan malam. Tak lama kemudian, tetangga datang meminjam api—dan saat istri pemuda itu pergi ke dapur, ia menemukan roti dan makanan sudah tersedia tanpa disangka.
“Inilah bukti bahwa meninggalkan maksiat karena Allah bisa mendatangkan rezeki dari arah yang tidak terduga,” tegas Ustadz Adi.
Bulan Rajab: Waktu Evaluasi Diri
Ustadz Adi mengingatkan bahwa bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan suci (asyhur al-hurum) yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya jumlah bulan dalam setahun menurut Allah adalah dua belas bulan… di antaranya empat bulan haram (suci). Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian pada bulan-bulan tersebut.” (QS. At-Taubah: 36)
Empat bulan tersebut adalah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
“Bulan Rajab adalah bulan evaluasi. Bulan untuk meninggalkan segala larangan. Bulan untuk menjaga diri dari maksiat—melalui mata, telinga, mulut, hingga kaki. Jika kita berniat karena Allah, maka yang sulit akan dimudahkan, yang sakit akan disembuhkan, dan pikiran yang rumit akan diselesaikan dengan cara termudah,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.