Ustadz Adi Hidayat mengawali Kajiannya dengan merujuk pada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (hadits nomor 2272) dan Imam Muslim (hadits nomor 2743) tentang tiga orang yang terjebak dalam gua karena tertimpa batu besar.
“Tiga orang ini sedang mencari nafkah untuk keluarga mereka ketika hujan turun dan mereka berlindung di sebuah gua. Tiba-tiba batu besar menutup mulut gua, dan mereka tidak bisa keluar,” ujar Ustadz Adi.
Dalam kondisi putus asa, ketiga orang tersebut sepakat untuk bertawasul kepada Allah melalui amal saleh yang pernah mereka lakukan. Dua orang di antaranya menyebutkan amal kebaikan yang terlihat—seperti berbakti kepada orang tua dan melindungi hak karyawan.
Namun yang menarik, orang ketiga justru bertawasul dengan meninggalkan perbuatan maksiat.
Meninggalkan Maksiat Adalah Amal Saleh
Ustadz Adi menjelaskan bahwa orang ketiga tersebut bercerita kepada Allah tentang seorang keponakannya yang sangat cantik. Selama bertahun-tahun ia jatuh cinta, namun tidak pernah diterima.
Suatu hari, sang keponakan datang kepadanya dalam kondisi terdesak—ada yang menyebutkan ayahnya terjerat utang—dan meminta bantuan. Ia memberikan 120 dinar dengan syarat sang keponakan harus menemaninya pada malam itu.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.