Summarize the post with AI
Suara Kebenaran di Tengah Fitnah
Keteguhan iman Abdullah diuji kembali pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Ketika ribuan pemberontak mengepung kediaman khalifah, Abdullah berani tampil sendirian menghadapi kerumunan yang haus darah.
Dengan berani, ia memperingatkan: “Demi Allah, pedang umat Islam masih tertutup sejak masa Rasulullah. Jika kalian membunuhnya hari ini, pedang itu akan terhunus dan tidak akan terselubung kembali hingga hari kiamat.”
Nasihat tulus dari sahabat yang dijamin surga itu justru dibalas dengan hinaan rasis: “Bunuhlah dia! Dia hanyalah seorang Yahudi, anak seorang Yahudi!”
Seperti yang dikhawatirkan, terbunuhnya Khalifah Utsman memicu serangkaian perang saudara yang memakan korban ribuan nyawa Muslimโpersis seperti prediksi Abdullah bin Salam.
Wafat dalam Genggaman Keimanan
Pada tahun 43 Hijriah, di usia senja, Abdullah bin Salam menghembuskan napas terakhirnya di Madinah. Berbeda dengan banyak sahabat yang gugur di medan perang, ia memilih jalan damai dengan memegang pedang kayu, menolak berpartisipasi dalam konflik sesama Muslim.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.