Summarize the post with AI
Dengan tenang, Rasulullah SAW menjawab setiap pertanyaan secara detail dan akurat, persis seperti yang tertulis dalam kitab-kitab kuno yang hanya diketahui para nabi. Jawaban sempurna itu meruntuhkan seluruh keraguan di hati sang ulama Yahudi.
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa engkau utusan Allah,” ucapnya lantang. Detik itu, Rasulullah SAW menganugerahinya nama baru: Abdullah bin Salamโhamba Allah putra Salam.
Strategi Penyingkapan Kemunafikan
Mengenal watak kaumnya yang mudah berubah pendirian, Abdullah mengusulkan sebuah strategi kepada Nabi. Ia meminta disembunyikan terlebih dahulu, sementara Nabi bertanya kepada tokoh-tokoh Yahudi tentang reputasinya.
Ketika ditanya, para pemuka Yahudi melontarkan pujian setinggi langit: “Dia pemimpin kami, ulama terhebat kami, orang terbaik di antara kami.” Namun begitu Nabi bertanya hipotetis tentang kemungkinan Al-Husain masuk Islam, mereka sontak menyangkal keras: “Mustahil! Dia terlalu mulia untuk itu.”
Saat Abdullah keluar dari persembunyiannya dan menyatakan keislamannya, pujian itu berubah 180 derajat menjadi cacian: “Engkau pendusta! Engkau orang terburuk di antara kami!”





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.