Summarize the post with AI
Pertemuan Bersejarah di Quba
Saat kabar kedatangan Nabi Muhammad SAW ke Yasrib mencapai telinga Al-Husain, gejolak memenuhi hatinya. Ia tengah memanen kurma di kebunnya ketika seorang penyeru Yahudi berteriak lantang: “Wahai Bani Israil! Pemimpin yang kalian tunggu telah tiba!”
Mendengar teriakan itu, Al-Husain spontan mengucapkan takbir berkali-kali, mengejutkan bibinya, Khalidah binti Al-Harit. Sang bibi heran dengan reaksi berlebihan keponakannya, namun Al-Husain menjawab dengan penuh keyakinan: “Demi Allah, dia adalah saudara Musa bin Imran, berada di atas agama yang sama.”
Tanpa membuang waktu, ulama besar itu bergegas bergabung dengan kerumunan yang menuju Quba. Di tengah lautan manusia, matanya akhirnya menangkap sosok yang ditunggu-tunggu. “Ketika aku menatap wajahnya, aku langsung mengetahui bahwa wajah itu bukanlah wajah seorang pendusta,” kenangnya kemudian.
Ujian Pengetahuan yang Menentukan
Al-Husain tidak langsung beriman begitu saja. Sebagai seorang intelektual, ia memerlukan bukti empiris. Ia mengajukan tiga pertanyaan krusial yang hanya bisa dijawab oleh seorang nabi sejatiโperihal tanda-tanda kiamat, makanan pertama penghuni surga, dan rahasia penciptaan manusia.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.