“Ada seseorang di ujung sana yang tersenyum karena dia mempelajari hal ini setelah 30 tahun berjuang,” kata Trump. “Mereka datang ke Ruang Oval dan berkata telah berkelahi selama 22-23 tahun. Yang mereka lakukan hanya saling melawan. Kami menyelesaikannya dalam waktu sekitar 24 jam.”

Trump menggambarkan momen dramatis ketika kedua pemimpin yang bermusuhan tersebut awalnya duduk di sisi berlawanan di Ruang Oval. Setelah satu jam negosiasi intensif, mereka akhirnya duduk berdampingan, berpelukan, menandatangani kesepakatan, dan mencapai perdamaian.

“Ini adalah dua orang yang tangguh. Orang baik, tapi tangguh,” ujar Trump mengenang. “Setelah 32 tahun saling membunuh, mereka memulai dengan lemah tapi berakhir sangat kuat. Itu adalah hal yang indah untuk disaksikan.”

Dukungan Politik untuk Pemimpin Dunia

Dalam pertemuan yang dihadiri berbagai kepala negara dan pemerintahan, Trump juga mengungkapkan kebiasaannya memberikan dukungan politik kepada pemimpin asing yang ia kagumi. Ia menyebut memiliki rekam jejak baik dalam mendukung kandidat, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di negara-negara lain.

“Saya mendukung ketika saya menyukai orangnya,” kata Trump. Ia menyebut beberapa contoh sukses, termasuk dukungannya kepada Presiden Argentina Javier Milei yang awalnya tertinggal dalam jajak pendapat namun akhirnya menang telak, serta Perdana Menteri Jepang yang memenangkan pemilu dengan margin terbesar dalam sejarah Jepang.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________