Menjelang bulan suci Ramadhan, di berbagai daerah terdapat tradisi ziarah kubur. Banyak keluarga mengunjungi makam orang tua, kakek-nenek, atau kerabat yang telah wafat. Sebagian orang bertanya: apakah tradisi ini dibenarkan dalam Islam?

Untuk menjawabnya, kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana seharusnya menyambut Ramadhan.

1. Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Lahir dan Batin

Menyambut Ramadhan tidak cukup hanya dengan persiapan lahiriah seperti makanan atau pakaian. Yang jauh lebih penting adalah persiapan batin.

Persiapan batin berarti:

  • Menata hati
  • Membersihkan diri dari dosa
  • Memperbaiki hubungan dengan sesama
  • Memahami keagungan Ramadhan

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa mengajarkan empati kepada orang fakir dan membangun kesadaran sosial. Maka hubungan dengan sesama manusia menjadi sangat penting.

2. Puasa dan Hubungan Sesama Manusia

Ibadah puasa tidak akan sempurna jika akhlak kita rusak. Dalam sebuah riwayat, ada seorang wanita yang rajin shalat malam dan banyak berpuasa, tetapi lisannya menyakiti tetangga. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah ﷺ, beliau menyatakan bahwa tidak ada kebaikan pada dirinya dan ia termasuk ahli neraka.

Pesannya jelas:
Puasa harus dibarengi dengan akhlak yang baik.

Maka sebelum Ramadhan, kita dianjurkan:

  • Meminta maaf kepada keluarga dan tetangga
  • Menghilangkan permusuhan
  • Membangun cinta dan silaturahmi

Bayangkan jika suami-istri sedang bermusuhan, lalu masuk Ramadhan. Suasana sahur dan berbuka tidak akan indah. Tetapi jika hati sudah bersih, Ramadhan menjadi penuh kasih dan syukur.

3. Tradisi Berbagi Sebelum Ramadhan

Di beberapa daerah, ada kebiasaan memasak makanan lalu membagikannya kepada tetangga menjelang Ramadhan. Jika diniatkan untuk mempererat silaturahmi dan membersihkan hati, maka ini adalah hal yang baik.

Tujuannya bukan sekadar adat, tetapi:

  • Mengakrabkan yang sempat renggang
  • Melembutkan hati
  • Menyiapkan suasana Ramadhan yang penuh cinta

4. Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Ziarah kubur adalah sunnah. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Aku dahulu melarang kalian ziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena ia mengingatkan kepada akhirat.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya (No. 977), serta riwayat lain dari Buraidah RA.

Ziarah kubur mengandung banyak hikmah:

  • Mengingat kematian
  • Mengingat akhirat
  • Mendoakan orang yang telah wafat
  • Menguatkan bakti kepada orang tua

Maka, ziarah kubur menjelang Ramadhan hukumnya boleh, bahkan dianjurkan jika dilakukan sesuai adab syariat.

Namun perlu diperhatikan:

  • Tidak boleh melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat
  • Tidak berlebihan dalam kesedihan
  • Tidak meyakini adanya ritual khusus yang tidak diajarkan

Jika diniatkan untuk mendoakan orang tua dan mengambil pelajaran tentang kematian, maka itu termasuk amal baik.

5. Hikmah Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan

Ada makna mendalam ketika seseorang berkata:

“Tahun lalu saya sahur bersama ayah, sekarang beliau sudah tiada.”

Kesedihan boleh, tetapi jangan berlarut. Justru jadikan itu motivasi untuk:

  • Lebih serius beribadah
  • Menghadiahkan doa dan pahala kepada orang tua
  • Menyadari bahwa kita pun akan menyusul

Ziarah juga sering menjadi momen kebersamaan keluarga. Setelah ziarah, keluarga berkumpul dan mempererat silaturahmi. Selama tidak ada pelanggaran syariat, hal ini menjadi kebaikan.

6. Jangan Salah Fokus dalam Persiapan Ramadhan

Sering kali menjelang Ramadhan atau Idul Fitri, orang sibuk:

  • Membersihkan rumah besar-besaran
  • Mengganti perabot
  • Membeli pakaian baru
  • Menyiapkan hidangan berbuka secara berlebihan

Padahal Ramadhan adalah bulan melawan hawa nafsu. Jangan sampai kita “menabung nafsu” untuk dilampiaskan saat berbuka.

Persiapan yang benar justru:

  • Menyusun jadwal ibadah
  • Merencanakan target tilawah Al-Qur’an
  • Memilih kajian yang akan diikuti
  • Mengatur waktu agar tidak terbuang sia-sia
  • Mengurangi tontonan yang tidak bermanfaat

Orang yang memahami keagungan Ramadhan akan menjadi “pelit terhadap waktu”.

7. Ramadhan Jangan Datang Tanpa Persiapan

Masuk Ramadhan tanpa persiapan seperti masuk tanpa menyadari keagungannya. Maka sebelum ia tiba:

  • Bersihkan hati
  • Perbaiki hubungan
  • Lunakkan jiwa
  • Niatkan ibadah dengan sungguh-sungguh

Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan.

Kesimpulan

  1. Ziarah kubur hukumnya sunnah dan boleh dilakukan kapan saja, termasuk menjelang Ramadhan.
  2. Tujuannya untuk mengingat akhirat dan mendoakan yang telah wafat.
  3. Yang terpenting dalam menyambut Ramadhan adalah persiapan batin dan perbaikan hubungan dengan sesama.
  4. Jangan sampai persiapan lahiriah justru mengalahkan persiapan ruhani.

Semoga Allah ﷻ menjadikan Ramadhan kita penuh keberkahan, diterima ibadahnya, dan menjadikan kita hamba yang lebih dekat kepada-Nya.

Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad.

Sumber :

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________