Kegelapan malam tidak pernah mampu memadamkan cahaya api yang dijaga bersama. Begitu pula tantangan zaman tidak akan mampu memadamkan iman selama umat bersatu dan saling menguatkan. Festival ini mengajarkan bahwa cahaya bukanlah sesuatu yang datang begitu saja—ia harus dinyalakan, dijaga, dan diwariskan.
Momentum Kebangkitan Spiritual
Ketika pawai berakhir dan peserta mulai kembali ke rumah masing-masing, suasana haru perlahan menggantikan kemeriahan. Ada kesadaran kolektif bahwa esok hari adalah awal perjalanan spiritual selama sebulan penuh.
Festival obor menjadi pembuka gerbang komitmen untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, dan memperbanyak amal kebaikan. Cahaya obor yang sempat menyala di tangan kini diharapkan berpindah ke dalam hati, menjadi cahaya yang membimbing langkah selama Ramadan dan seterusnya.
“Kegembiraan menyambut Ramadan harus diikuti dengan kesungguhan menjalaninya,” kata seorang tokoh agama yang turut serta dalam pawai.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.