Para pemuda biasanya menjadi penggerak utama dalam penyelenggaraan acara. Mereka bertanggung jawab menyiapkan obor, mengatur rute pawai, serta memastikan keamanan seluruh peserta. Kegiatan ini bukan sekadar upacara seremonial, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Tradisi ini mengajarkan kami bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kebersamaan dan kebahagiaan,” ujar salah seorang peserta pawai.
Simbol Persatuan di Tengah Keberagaman
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masyarakat Medan menunjukkan bahwa semangat menyambut Ramadan tetap berkobar. Festival obor menghadirkan ruang persatuan yang jarang ditemui dalam keseharian. Semua orang berjalan berdampingan tanpa memandang status sosial atau latar belakang.
Api obor yang dibawa masing-masing peserta melambangkan cahaya iman yang menyala dalam diri setiap individu. Wajah-wajah berseri di malam itu menjadi bukti nyata betapa bulan Ramadan dirindukan dan disambut dengan kegembiraan yang tulus.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.