PUNGGAWANEWS, MEDAN – Malam itu, langit Kota Medan dihiasi pemandangan memukau yang tak terlupakan. Ribuan obor menyala serentak, mengubah jalanan ibu kota Sumatera Utara menjadi lautan cahaya yang hangat dan penuh makna. Pawai obor tradisional menyambut bulan suci Ramadan kembali digelar dengan meriah, melibatkan ribuan warga dari berbagai kalangan.
Begitu matahari terbenam dan gelap mulai menyelimuti kota, satu per satu obor mulai dinyalakan. Api kecil yang perlahan membentuk barisan panjang cahaya itu membentang di sepanjang jalan utama Kota Medan. Dari kejauhan, pemandangan tersebut tampak bagaikan bintang-bintang yang turun ke bumi, menciptakan panorama yang memukau mata.
Peserta pawai yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang tua berjalan beriringan dengan mengenakan pakaian muslim terbaik mereka. Suara takbir dan shalawat menggema di antara kobaran api obor, menciptakan suasana yang sakral sekaligus penuh kegembiraan. Anak-anak tertawa riang sambil berlari kecil, remaja sibuk mengabadikan momen bersejarah ini, sementara para orang tua berjalan dengan wajah penuh rasa syukur.
Warisan Turun-Temurun yang Tetap Terjaga
Festival obor bukanlah fenomena baru bagi masyarakat Medan. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol penyambutan bulan penuh berkah. Setiap tahun menjelang Ramadan, warga Medan mempersiapkan acara ini dengan penuh antusias dan semangat tinggi.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.