PUNGGAWANEWS, ANTWERPEN, BELGIA – Di tengah hiruk-pikuk Kota Antwerpen, Belgia, sebuah tradisi istimewa kembali berlangsung selama bulan Ramadan. Ribuan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sepanjang jalan yang dikenal sebagai “Jalan Maroko” untuk menggelar acara buka puasa bersama dengan konsep unik: meja hidangan yang membentang sepanjang 2 kilometer.

Acara tahunan ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Lebih dari itu, perayaan ini telah menjadi simbol toleransi dan harmoni di tengah masyarakat multikultural Eropa. Meja-meja panjang yang berjajar rapi di kanan-kiri jalan menyajikan pemandangan spektakuler yang sulit dilupakan, sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan dengan indah.

Belgia: Negeri Kecil dengan Komunitas Muslim yang Besar

Belgia, negara yang terkenal dengan cokelat premium dan arsitektur Gothik yang megah, kini juga dikenal sebagai rumah bagi komunitas Muslim terbesar kedua di kawasan Eropa Barat. Dengan populasi Muslim yang mencapai 800.000 hingga 1 juta jiwa—atau sekitar 7-9% dari total penduduk—Islam telah menjadi agama terbesar kedua setelah Katolik di negara ini.

Kehadiran umat Muslim di Belgia bukanlah fenomena baru. Sejarah mencatat bahwa gelombang pertama imigran Muslim tiba pada dekade 1960-an dan 1970-an, terutama dari Maroko dan Turki. Mereka datang sebagai pekerja migran untuk membantu pemulihan ekonomi Belgia pasca-Perang Dunia II. Kini, generasi kedua dan ketiga keturunan mereka telah menjadi bagian integral dari mozaik masyarakat Belgia yang beragam.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________