Summarize the post with AI

“Komposisi rempahnya benar-benar rahasia. Hanya pembuat pertama dan keturunan langsungnya yang tahu. Biasanya diwariskan kepada anak sulung,” jelas narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Proses memasak bubur samin membutuhkan kerja kolektif. Dengan bahan dasar 50 kilogram beras, para pengurus masjid dan warga sekitar bergotong-royong mengaduk bubur selama 3-4 jam tanpa henti agar tidak gosong di bagian bawah.

Fenomena Antrian Ribuan Orang

Setiap Ramadan, ribuan warga Solo dan sekitarnya rela mengantre sejak pukul 15.00 WIB, bahkan sebelum waktu asar, untuk mendapatkan semangkuk bubur istimewa ini. Antrian membentang dari halaman masjid hingga gerbang.

Panitia menyiapkan sekitar 1.000 porsi bubur yang dibagikan gratis kepada siapa saja, tanpa memandang latar belakang agama. Ini menjadi cerminan Solo sebagai kota yang dikenal toleran dan majemuk.

“Rasanya unik, tidak ada bandingannya. Rempahnya terasa, dan cuma setahun sekali bisa menikmatinya. Saya biasanya datang siang agar tidak kehabisan,” ujar salah seorang warga yang membawa wadah dari rumah.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM