Summarize the post with AI
Menu Bergizi dan Bervariasi
Menu berbuka puasa di Masjid Jogokariyan tidak sekadar seadanya. Setiap hari, panitia menyiapkan hidangan lengkap dan bergizi. Salah satu menu andalannya adalah tongseng ayam yang disajikan dengan kerupuk. Menu lain yang pernah disajikan adalah bistik galantin Solo lengkap dengan telur utuh dan keripik kentang sebagai pengganti nasi.
Proses persiapan menu dimulai sejak sehari sebelumnya. Untuk menu bistik galantin saja, relawan harus mengupas 2.000 butir telur, menyiapkan 30 kilogram wortel, 30 kilogram buncis, dan 10 kilogram bawang putih. Daging direbus menggunakan tujuh kuali besar, kemudian dipotong dan dibumbui agar meresap sempurna.
“Kami bukan juru masak profesional, hanya ibu rumah tangga. Tapi masakan rumahan justru punya kehangatan tersendiri,” ujar salah satu relawan dapur sambil tersenyum.
Jamaah dari Berbagai Penjuru
Keunikan dan kualitas pelayanan Masjid Jogokariyan ternyata telah menarik perhatian hingga mancanegara. Pengurus masjid menyebutkan bahwa jamaah yang datang tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi dari seluruh Indonesiaโmulai dari Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, hingga Bandung.
Bahkan, warga asing pun pernah hadir. “Kemarin ada dua orang dari Amerika Serikat dan dua perempuan dari Taiwan yang ikut berbuka di sini. Mereka sangat senang dan kami sempat memberikan penutup kepala untuk mereka,” kenang pengurus.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.