Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, YOGYAKARTA – Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, kembali menunjukkan komitmennya dalam tradisi berbagi takjil yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Tahun ini, masjid yang terkenal dengan keramahan dan kehangatan komunitasnya tersebut menyiapkan hingga 4.000 porsi menu berbuka puasa setiap harinya untuk jamaah dan masyarakat umum.
Pelayanan Berbeda dengan Sentuhan Istimewa
Yang membedakan tradisi berbagi takjil di Masjid Jogokariyan adalah penggunaan peralatan makan permanen berupa piring kaca, sendok, dan gelasโbukan wadah sekali pakai atau kotak nasi seperti yang umumnya digunakan tempat lain. Pilihan ini bukan tanpa alasan.
Menurut penjelasan pengurus masjid, penggunaan piring kaca memiliki filosofi mendalam. “Tujuan kami adalah menyediakan makanan untuk berbuka puasa, bukan untuk dibawa pulang. Dengan menggunakan piring, jamaah akan langsung menyantapnya di tempat, sehingga esensi berbagi takjil benar-benar tercapai,” ungkap salah satu pengurus.
Konsekuensi dari pilihan ini memang tidak ringan. Setiap hari, masjid kehilangan lebih dari 10 unit piring dan gelas, baik karena hilang maupun rusak. Dalam sebulan, pengelola harus membeli sekitar 1.000 piring baru untuk menggantikan yang hilang. Namun, pengorbanan materi ini dianggap sepadan dengan nilai spiritual dan sosial yang ingin dicapai.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.