Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, TEHERAN — Republik Islam Iran melalui juru bicara resminya mengeluarkan ancaman keras bahwa seluruh infrastruktur AS dan Israel di kawasan Timur Tengah akan menjadi sasaran serangan apabila fasilitas energi negaranya digempur, dalam respons terhadap ultimatum yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, apabila pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran menjadi target serangan, Teheran tidak akan tinggal diam. Juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran menyatakan bahwa Iran akan membalas dengan menyerang semua infrastruktur energi yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah jika pembangkit listriknya diserang.
“Begitu instalasi energi dan jaringan listrik negara kami digempur, maka semua infrastruktur krusial di seluruh kawasan, termasuk fasilitas minyak dan energi, akan kami anggap sebagai target sah,” demikian pernyataan yang disampaikan Ghalibaf melalui platform media sosial, Minggu (22/3/2026).
Lebih lanjut, juru bicara Pusat Markas Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa pabrik desalinasi dan infrastruktur teknologi informasi yang berkaitan dengan AS dan Israel juga akan menjadi sasaran serangan Iran.
Pernyataan tersebut keluar sebagai tanggapan atas ancaman Trump yang memberikan tenggat 48 jam kepada Iran untuk membuka akses penuh Selat Hormuz. Trump mengancam akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz tanpa syarat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.