Tetapi kalau dia ingin berubah lalu tiba-tiba wafat di pertengahan, maka jalan kakinya itu menggugurkan dosa-dosanya. Tobatnya diterima. Tapak kakinya dihitung sebagai amalan baru.
Maka orang tadi yang pernah membunuh 100 orang, meninggal di pertengahan jalan ke majelis ilmu untuk mengaji. Di tengah-tengah, belum sampai belajar, meninggal. Allah perintahkan: “Catat amalannya untuk menggugurkan dosanya, dan catat tapak pertama kakinya untuk mengantarkan dia ke surga.”
Penutup
Jalan tobat adalah jalan tenang menuju pulang. Mari kita perbaiki diri mulai dari salat yang khusyuk dengan memahami maknanya, berbuat baik kepada sesama tanpa memandang latar belakang, dan mempersiapkan bekal untuk pulang kepada Allah.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus bertobat dan menjadi lebih baik setiap harinya.
Wallahu a’lam bishawab.
Disusun dari Kajian Ustadz Adi Hidayat





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.