Pulang dengan Bekal
Mari kita renungkan tentang pulang. Semua orang senang kalau pulang, bukan? Habis Lebaran mau Idul Fitri, mau pulang kampung, senang kan? Saking senangnya kita cari bekal—tiket kereta, bis, bahkan ada yang naik motor bebek dengan bekal segudang.
Ketika ditanya kenapa, dia jawab: “Karena Ustaz, saya senang mau pulang!”
Yang di kampung juga sibuk—cek rumah, sediakan makanan, siapkan sambutan karena ada yang mau pulang. Jadi setiap pulang itu biasanya senang kalau ada bekal. Kalau tidak ada bekal, tidak siap pulang.
Bekal Pulang ke Akhirat
Sekarang saya konfirmasi lagi: kalau malam ini kita pulang (ke akhirat), senang tidak?
Kalau tidak punya bekal, tidak siap pulang. Maka materi yang kita pelajari malam ini, bawa dan terapkan. Tobat dulu malam ini. Dengan tobat, gugur semua dosa insyaallah—kecuali hutang. Hutang tetap harus dibayar. Tobat tidak melunasi utang.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.