Memahami Makna Takbiratul Ihram
Mari kita pahami satu per satu. Ketika kita mengangkat tangan dan mengucapkan “Allahu Akbar”, apa maksudnya?
Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah satu-satunya sahabat Nabi yang ketika takbir langsung menangis. Ketika Rasulullah menunjuknya menjadi imam, beliau berkata, “Ya Rasulullah, jangan saya. Saya ini orangnya perasa, takutnya malah tidak khusyuk makmumnya.” Tetapi Nabi tetap memerintahkannya karena beliau berusaha memahami bacaan yang dibacakan.
Perhatikan baik-baik: “Allahu Akbar” sambil mengangkat tangan ke belakang artinya membuang urusan dunia ke belakang. Jangan bawa-bawa urusan dunia dalam salat. Ini yang menyebabkan seseorang sering tidak khusyuk karena dunia dibawa dalam salat. Lisannya “Allahu Akbar” tapi dalam salatnya handphone-nya akbar—berbunyi ting-tung, lalu membatalkan salat untuk mengangkat telepon.
Jauhkan dan buang dunia. Pasrahkan. Yang penting adalah kita berikrar dalam salat: “Ya Allah, hanya Engkau yang paling Agung yang aku agungkan.” Tetapi dalam kehidupan, bahkan sebelum salat, kadang kita merasa agung dibanding yang lain—sombong, merasa paling berilmu, paling punya uang, paling punya kedudukan. Padahal dalam salat pun Allah bisa mewafatkan kita saat itu. “Ya Allah, aku tobat, Ya Allah, aku tobat.”





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.