PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan mekanisme penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada rentang waktu 18 hingga 24 Maret 2026, program tersebut tidak dibagikan seperti biasanya. Sebagai gantinya, penerima manfaat akan memperoleh paket makanan dalam bentuk bundling yang didistribusikan lebih awal.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur layanan MBG selama Ramadan dan Lebaran. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penyaluran paket dilakukan pada hari terakhir distribusi sebelum masa libur dimulai. Dalam kesempatan itu, penerima mendapatkan satu paket makanan serta tambahan paket bundling untuk beberapa hari berikutnya.

Paket bundling merupakan gabungan makanan kemasan sehat yang dirancang untuk dikonsumsi dalam beberapa hari. Meski demikian, makanan tersebut disarankan dikonsumsi maksimal tiga hari guna menjaga kualitas serta keamanan pangan.

BGN juga mengingatkan para pengelola dapur program MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memberikan edukasi kepada penerima manfaat terkait cara penyimpanan dan pola konsumsi paket makanan tersebut. Langkah ini dilakukan agar nilai gizi tetap terjaga hingga saat dikonsumsi.

Meski ada penyesuaian jadwal, pemerintah memastikan program pemenuhan gizi nasional tetap berjalan selama Ramadan. Bahkan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, layanan MBG tetap diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sejumlah daerah dengan penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, distribusi makanan juga dapat tetap dilakukan seperti biasa dengan menu siap santap. Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga kebutuhan gizi masyarakat selama periode libur panjang.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________