Pernahkah terbayang, bagaimana ribuan pasukan terkuat pada masanya dapat hancur lebur hanya oleh kerikil-kerikil kecil? Kisah ini bukan dongeng, melainkan peristiwa besar yang tercatat dalam sejarah dan diabadikan dalam Al-Qur’an. Sebuah kejadian yang menjadi penanda lahirnya cahaya bagi seluruh alam.

Kita kembali ke tahun 570 Masehi. Di Yaman, berdirilah seorang penguasa bernama Abraha. Ia membangun sebuah gereja megah di Sana’a, dihiasi emas dan ornamen indah, dengan harapan mampu mengalihkan perhatian bangsa Arab dari Ka’bah di Makkah. Ia ingin menjadikan gerejanya sebagai pusat ziarah dan kebanggaan baru.

Namun harapannya tak terwujud. Hati manusia tetap tertambat pada Ka’bah, rumah tua yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail atas perintah Allah. Ka’bah bukan sekadar bangunan batu; ia adalah simbol tauhid dan pusat spiritual yang hidup dalam jiwa masyarakat Arab.

Rasa cemburu dan amarah membakar hati Abraha. Ia pun menyiapkan ekspedisi besar untuk menghancurkan Ka’bah. Ribuan prajurit dikumpulkan. Yang membuat pasukan itu semakin menakutkan adalah kehadiran gajah-gajah raksasa—sesuatu yang belum pernah disaksikan penduduk Makkah sebelumnya. Tujuannya satu: meratakan Ka’bah dengan tanah.

Langkah kaki gajah-gajah itu mengguncang padang pasir. Ketika kabar kedatangan pasukan bergajah sampai ke Makkah, penduduk diliputi ketakutan. Mereka menyadari tak ada kekuatan yang mampu menandingi pasukan sebesar itu. Banyak yang memilih mengungsi ke perbukitan, pasrah menunggu takdir.

Di tengah ketegangan itu, Abdul Muthalib—pemuka Quraisy sekaligus kakek Nabi Muhammad ﷺ—datang menemui Abraha. Namun ia tidak memohon agar Ka’bah diselamatkan. Ia hanya meminta agar unta-untanya yang dirampas dikembalikan.

Abraha terheran-heran. “Aku datang untuk menghancurkan rumah ibadah kalian, dan engkau hanya meminta unta-untamu?”

Dengan tenang Abdul Muthalib menjawab, “Aku adalah pemilik unta-unta itu. Adapun rumah itu, ia memiliki Pemilik yang akan menjaganya.”

Jawaban itu bukan sekadar kata-kata, melainkan keyakinan yang kokoh.

Ketika pasukan bersiap menyerbu, keajaiban pertama terjadi. Gajah terbesar mereka, bernama Mahmud, tiba-tiba duduk dan menolak melangkah ke arah Ka’bah. Dipukul dan dipaksa, ia tetap tak bergerak. Namun ketika diarahkan kembali ke Yaman, ia berdiri dan berjalan. Seolah-olah ia tahu arah mana yang tidak boleh disentuh.

Lalu langit Makkah berubah gelap. Bukan oleh mendung, melainkan oleh ribuan burung kecil yang datang berkelompok dari arah laut. Burung-burung itu—disebut ababil—membawa batu-batu kecil dari tanah yang terbakar (sijjil). Batu-batu itu dijatuhkan ke atas pasukan Abraha.

Al-Qur’an mengabadikan peristiwa ini dalam Surah Al-Fil: bagaimana pasukan itu dihancurkan dan dijadikan seperti daun-daun yang dimakan ulat. Pasukan besar itu binasa. Kesombongan runtuh oleh kekuasaan Allah. Ka’bah tetap berdiri.

Makkah kembali tenang.

Namun peristiwa dahsyat itu ternyata hanyalah pendahuluan. Sekitar lima puluh hari setelah kehancuran pasukan bergajah, pada subuh hari Senin, 12 Rabiul Awal, lahirlah seorang bayi di sebuah rumah sederhana. Dari rahim Siti Aminah binti Wahb, lahir seorang anak laki-laki yang kelak mengubah wajah dunia.

Ia diberi nama Muhammad, yang berarti “yang terpuji.”

Tahun itu kemudian dikenal sebagai Tahun Gajah—tahun ketika Allah menunjukkan kuasa-Nya menghancurkan kesombongan manusia, sekaligus menurunkan rahmat terbesar bagi semesta alam. Dari kota yang baru saja diselamatkan itu, cahaya kenabian akan menyinari dunia, menghapus kegelapan jahiliah, dan membimbing umat manusia menuju tauhid dan akhlak mulia.

Kisah ini mengajarkan bahwa sebesar apa pun kekuatan manusia, ia tetap kecil di hadapan kehendak-Nya. Dan bahwa di balik setiap peristiwa besar, Allah sedang menyiapkan rencana yang lebih agung.

Mari kita tutup kisah ini dengan mengirimkan salam dan rindu kepada beliau:

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________