Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam, yang Maha Mengetahui isi hati, Maha Melihat setiap air mata, dan Maha Mengatur takdir hamba-Nya dengan cara yang paling sempurna. Selawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
di tengah dunia yang semakin sibuk, penuh tuntutan, target, dan ambisi, tidak sedikit manusia yang tampak kuat di luar namun rapuh di dalam. Bekerja siang dan malam, mengejar dunia dengan sungguh-sungguh, tetapi hati tetap merasa kosong, gelisah, dan jauh dari ketenangan.
Padahal dalam Islam, Allah telah membuka satu pintu istimewa untuk mendekat kepada-Nya, menenangkan jiwa, dan mengangkat derajat seorang hamba: salat tahajud.
Tahajud bukan sekadar salat di sepertiga malam terakhir. Tahajud adalah bukti cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Ketika manusia lain terlelap dalam tidur, Allah memanggil hamba-hamba pilihan-Nya untuk bangun, berwudu, berdiri, bersujud, dan bermunajat dengan penuh keikhlasan.
Tidak semua orang mampu istiqamah dalam tahajud. Ia bukan ibadah ringan. Ia hanya dimampukan bagi mereka yang diberi hidayah, kekuatan iman, dan kerinduan untuk meraih rida Allah. Karena itulah, tahajud memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Rasulullah ﷺ menjadikannya amalan rutin, begitu pula para ulama dan orang-orang saleh sepanjang zaman.
Tahajud bukan hanya tentang meminta rezeki, jodoh, atau kelapangan hidup. Lebih dari itu, tahajud adalah jalan untuk menaikkan derajat seorang hamba, membersihkan hati, meluruskan niat, dan menguatkan iman—baik di dunia maupun di akhirat.
Tanda Pertama: Hati Semakin Tenang dan Lapang
Salah satu tanda paling nyata bahwa Allah sedang menaikkan derajat seorang hamba melalui tahajud adalah hadirnya ketenangan dalam hati. Bukan berarti hidupnya tanpa masalah, tetapi hatinya tidak lagi mudah gelisah.
Ujian tetap datang, cobaan tetap berganti, namun cara menyikapinya berbeda. Ia lebih tenang, lebih sabar, dan lebih cepat berserah kepada Allah. Setiap malam ia mencurahkan isi hatinya dalam sujud. Ia mengadu tanpa takut dihakimi, menangis tanpa malu, dan berharap tanpa ragu.
Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Tahajud adalah zikir paling dalam maknanya. Dari sanalah kegelisahan diganti ketenangan, ketakutan diganti keyakinan, dan kesedihan diganti harapan.
Tanda Kedua: Doa Lebih Sering Dikabulkan
Tanda berikutnya adalah doa yang semakin sering dikabulkan. Bukan selalu sesuai keinginan, tetapi selalu dijawab dengan cara terbaik. Allah membuka pintu langit di sepertiga malam terakhir dan berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan.”
Orang yang istiqamah tahajud tidak hanya berdoa saat terdesak, tetapi juga ketika lapang. Hubungannya dengan Allah semakin dekat, sehingga doanya menjadi lebih tulus, lebih bersih, dan lebih ikhlas. Ia mulai memahami bahwa jawaban Allah bisa berupa iya, tunggu, atau Aku ganti dengan yang lebih baik.
Tanda Ketiga: Dimudahkan dalam Berbuat Kebaikan
Allah juga memudahkan langkah hamba-Nya yang menjaga tahajud untuk melakukan kebaikan. Ibadah terasa ringan, sedekah terasa mudah, Al-Qur’an terasa dekat, dan niat semakin lurus. Amal yang dulu terasa berat kini menjadi kebiasaan.
Lingkungannya perlahan berubah. Allah mempertemukannya dengan orang-orang saleh, menjauhkannya dari pergaulan yang buruk, dan membimbingnya menuju jalan yang diridai-Nya. Inilah pertolongan Allah yang nyata, meski sering tidak disadari.
Tanda Keempat: Dijauhkan dari Maksiat dan Dikuatkan untuk Taubat
Orang yang rajin tahajud bukan manusia tanpa dosa, tetapi ia tidak nyaman dengan dosa. Hatinya menjadi peka. Ketika hendak bermaksiat, muncul rasa gelisah, takut kehilangan keberkahan, dan dorongan untuk kembali kepada Allah.
Setiap sujud malam adalah pengakuan kelemahan. Setiap doa adalah permohonan ampun. Dari sinilah lahir kekuatan untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbaiki diri. Ia mudah bertaubat, tidak menunda, dan tidak membenarkan kesalahan.
Tanda Kelima: Hidup Lebih Bermakna dan Penuh Keberkahan
Tanda terakhir adalah hidup yang lebih terarah dan bermakna. Ia tidak lagi hidup tanpa tujuan. Setiap langkah dipertimbangkan dengan iman, setiap keputusan dilandasi niat karena Allah.
Keberkahan hadir dalam hidupnya. Rezeki mungkin tidak melimpah, tetapi mencukupi. Hidup mungkin sederhana, tetapi menenangkan. Inilah nikmat besar yang hanya Allah berikan kepada hamba-Nya yang dekat.
Penutup
Saudaraku yang dirahmati Allah,
tahajud bukan ibadah biasa. Ia adalah jalan sunyi menuju kemuliaan. Setiap sujud, doa, dan air mata di malam hari tidak pernah sia-sia. Semuanya dicatat, dijaga, dan dibalas oleh Allah dengan cara terbaik.
Jika hari ini kita masih berjuang untuk istiqamah, jangan menyerah. Jika sering jatuh lalu bangkit, jangan putus asa. Allah melihat setiap usaha, sekecil apa pun itu.
Semoga Allah memudahkan kita menjaga tahajud, menguatkan iman kita, dan mengangkat derajat kita di dunia dan di akhirat.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.