Summarize the post with AI
Iran dan Oman memiliki wilayah laut teritorial masing-masing hingga 12 mil laut dari garis pantai mereka. Namun di antara wilayah tersebut terdapat jalur transit internasional yang harus tetap terbuka bagi pelayaran global. Dengan demikian, secara hukum Selat Hormuz merupakan jalur internasional yang dapat digunakan oleh kapal dari berbagai negara tanpa memerlukan izin khusus.
Meski demikian, dalam praktik geopolitik, pengaruh negara-negara pesisir tetap sangat besar. Iran misalnya memiliki garis pantai yang panjang di sisi utara selat serta menguasai sejumlah pulau strategis seperti Qeshm, Hormuz, dan Hengam. Keberadaan pangkalan militer di wilayah tersebut memberi Iran kemampuan signifikan untuk memantau bahkan memengaruhi lalu lintas maritim di kawasan.
Dalam berbagai kesempatan, Iran juga pernah mengancam akan menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap tekanan politik dan sanksi ekonomi dari negara Barat. Walaupun ancaman ini belum pernah benar-benar direalisasikan, pernyataan tersebut selalu menimbulkan kekhawatiran global karena dampaknya dapat mengguncang pasar energi dunia.
Di sisi selatan selat, Oman dan Uni Emirat Arab memiliki pendekatan yang lebih diplomatis. Oman misalnya dikenal sering memainkan peran sebagai mediator dalam berbagai konflik regional dan secara konsisten mendukung keterbukaan jalur pelayaran internasional. Uni Emirat Arab sendiri sangat berkepentingan menjaga stabilitas kawasan karena sebagian besar aktivitas ekspor dan impornya bergantung pada jalur tersebut.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.