Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, Selat Hormuz sering disebut sebagai salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Di titik tersempitnya yang hanya sekitar 39 kilometer, selat ini menjadi penghubung vital antara Teluk Persia dengan Teluk Oman, yang kemudian terhubung ke Laut Arab dan Samudra Hindia. Dari jalur sempit inilah sebagian besar minyak dari kawasan Teluk mengalir menuju pasar global.

Data lembaga energi internasional menunjukkan bahwa sekitar 18 hingga 20 juta barel minyak per hari melintasi Selat Hormuz. Jumlah ini setara dengan lebih dari 20 persen pasokan minyak dunia dan hampir sepertiga perdagangan minyak global. Selain minyak mentah, jalur ini juga menjadi rute utama pengiriman gas alam cair, terutama dari Qatar yang merupakan salah satu eksportir LNG terbesar di dunia. Tidak mengherankan jika stabilitas Selat Hormuz memiliki dampak langsung terhadap harga energi global, inflasi internasional, dan kestabilan ekonomi banyak negara.

Di tengah pentingnya jalur ini, muncul pertanyaan yang kerap diperdebatkan dalam diskursus geopolitik internasional: siapa sebenarnya pemilik Selat Hormuz. Apakah wilayah ini berada di bawah kedaulatan satu negara, atau justru merupakan jalur internasional yang terbuka bagi semua pihak.

Secara geografis, Selat Hormuz berada di antara pantai selatan Iran di sisi utara dan wilayah Musandam milik Oman serta sebagian wilayah Uni Emirat Arab di sisi selatan. Panjang keseluruhan selat ini mencapai sekitar 167 kilometer dengan lebar yang bervariasi antara 39 hingga hampir 100 kilometer. Namun jalur pelayaran efektif yang digunakan kapal tanker jauh lebih sempit, yakni sekitar 3,2 kilometer untuk masing-masing arah pelayaran.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________