Summarize the post with AI
Rudal Soumar: Ancaman Tersembunyi dari Teheran
Di antara berbagai sistem persenjataan yang dimiliki Iran, Rudal Soumar menjadi salah satu yang paling mendapat perhatian komunitas intelijen internasional. Soumar adalah rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan dari darat, pertama kali diungkap kepada publik pada 8 Maret 2015.
Rudal ini dipercaya merupakan evolusi dari proyek pendahulunya yang bernama Meshkat. Namun, banyak pengamat militer menilai bahwa teknologi Soumar memiliki kesamaan signifikan dengan rudal jelajah Rusia Kh-55. Menurut sumber intelijen, Iran diduga memperoleh rudal Kh-55 dari Ukraina melalui transaksi ilegal di pasar senjata gelap pada awal tahun 2000-an. Setelah melakukan rekayasa balik, Iran kemudian mengembangkan desain tersebut menjadi Rudal Soumar versi domestik.
Spesifikasi Teknis yang Mengkhawatirkan
Secara teknis, Rudal Soumar memiliki dimensi panjang sekitar 7,2 meter dengan diameter 0,5 meter. Rudal ini ditenagai oleh mesin turbofan atau turbojet dan mampu membawa hulu ledak konvensional. Beberapa analisis juga menyebutkan potensi rudal ini untuk membawa muatan lain yang lebih berbahaya.
Keunggulan utama Soumar terletak pada profil penerbangannya yang unik. Berbeda dengan rudal balistik yang meluncur tinggi mengikuti lintasan parabola, rudal jelajah seperti Soumar terbang pada ketinggian sangat rendah. Kemampuannya mengikuti kontur permukaan bumi—seperti melewati perbukitan dan lembah—membuatnya sangat sulit dideteksi oleh sistem radar konvensional.
Karakteristik penerbangan rendah ini menjadikan rudal jelajah lebih berbahaya dalam skenario pertempuran tertentu. Ketika diluncurkan secara bersamaan dengan drone atau rudal lainnya dalam serangan saturasi, sistem pertahanan udara musuh akan kewalahan menghadapi banyak ancaman dari berbagai arah dan ketinggian.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.