Summarize the post with AI
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang hadir dalam perhelatan itu menyampaikan kekagumannya atas kekompakan masyarakat dalam merawat tradisi. Ia memandang Mangase Taon bukan sebatas seremonial adat biasa, melainkan panggung nyata bagi persatuan warga di tengah segala perbedaan. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam momen seperti inilah yang akan menjadi pondasi kokoh bagi kemajuan Samosir ke depan.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai adat dan spiritual yang hidup di tengah masyarakat Samosir merupakan aset berharga dalam mempromosikan daerah, khususnya di kawasan Danau Toba yang kini terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan nasional.
Senada dengan itu, Asisten II Hotraja Sitanggang mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para Raja Bius di Kecamatan Ronggur Nihuta, untuk senantiasa menjaga dan mengamalkan nilai Dalihan Natolu sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Pemerintah Kabupaten Samosir pun menegaskan komitmennya untuk menggandeng para tokoh adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan, termasuk dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui pendekatan kearifan lokal yang selaras dengan semangat restorative justice yang telah dicanangkan di daerah tersebut.
Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB), Pantas M. Sinaga, menyambut hangat kehadiran pemerintah daerah dalam perhelatan tersebut dan berharap komitmen bersama dalam pelestarian budaya Batak terus diperkuat dari waktu ke waktu. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Raja Bius Salaon bersama LAB menganugerahkan ulos kepada Wakil Bupati Samosir melalui prosesi mangulosi yang sakral dan penuh makna.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.