PUNGGAWANEWS, SINJAI — Pertemuan antara warga Sinjai Utara dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai menjadi ajang penyampaian aspirasi berbagai kebutuhan mendesak. Kegiatan Reses Tahun Anggaran 2025 periode persidangan III ini berlangsung di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, pada Jumat (17/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat antusias menyuarakan sejumlah permasalahan yang memerlukan penanganan segera dari pemerintah daerah. Andi Ridwan Pahlevi Asapa dari Fraksi Partai Gerindra, yang mewakili Dapil 1, berhadapan langsung dengan warga yang ingin memastikan suara mereka didengar.
Berbagai Kebutuhan Infrastruktur Menjadi Sorotan
Daftar aspirasi warga mencakup pembangunan jalan lingkungan yang lebih baik, penyediaan peralatan kebersihan yang memadai di tingkat kelurahan, serta perbaikan mendesak pada sistem drainase di Kelurahan Balangnipa yang telah lama mengalami penyumbatan.
Masalah drainase rupanya bukan hanya masalah teknis semata. Seorang tokoh masyarakat Kelurahan Bongki menjelaskan bagaimana persoalan ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga. “Setiap hujan turun, air tidak mengalir lancar karena saluran tersumbat. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah agar bisa diperbaiki tahun ini,” ujarnya, mengungkapkan keluhan yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.
Layanan Publik Menjadi Kendala Sehari-hari
Selain infrastruktur, masyarakat juga mengangkat isu layanan air bersih yang belum memadai. Warga di Jalan Mawar mengeluhkan distribusi air PDAM yang sering mengalami gangguan dan tidak dapat diandalkan. Keluhan ini menunjukkan bahwa infrastruktur dasar masih menjadi persoalan kritis di wilayah Sinjai Utara.
Permasalahan sosial juga tidak terlewatkan dalam pertemuan tersebut. Beberapa warga menyuarakan kekhawatiran bahwa masih ada anggota masyarakat yang tidak pernah mendapatkan sentuhan bantuan sosial dari pemerintah.
Penerangan Jalan: Masalah yang Sering Terabaikan
Minimnya penerangan jalan di wilayah Bonto turut menjadi fokus diskusi. Keterbatasan pencahayaan jalan tidak hanya mengurangi keamanan tetapi juga menghambat mobilitas masyarakat di malam hari. Aspirasi untuk segera mengatasi masalah ini menjadi bagian dari daftar harapan warga yang ingin wilayah mereka berkembang lebih baik.
Komitmen Anggota DPRD untuk Memperjuangkan Aspirasi
Menanggapi dengan seksama setiap persoalan yang disampaikan warga, Andi Ridwan Pahlevi Asapa menegaskan dedikasi dan komitmennya. “Semua aspirasi warga akan kami tampung dan sampaikan kepada pemerintah daerah. Tujuan reses ini memang untuk memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya dengan tegas.
Pernyataan tersebut menjadi jaminan kepada warga bahwa aspirasi mereka tidak akan hilang begitu saja, melainkan akan dibawa ke forum DPRD untuk didiskusikan dalam rapat pembahasan program prioritas pembangunan daerah.
Partisipasi Luas dari Berbagai Kecamatan
Kegiatan reses yang menghadirkan dialog dua arah ini diikuti oleh berbagai tokoh masyarakat dan perwakilan warga dari tiga kecamatan di wilayah Dapil 1. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme masyarakat dalam proses demokrasi lokal dan keinginan untuk ikut serta dalam penentuan pembangunan daerah mereka.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa mekanisme reses masih menjadi saluran komunikasi penting antara rakyat dan wakil mereka di lembaga legislatif, khususnya dalam mengidentifikasi kebutuhan nyata masyarakat di tingkat akar rumput.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.