Hidangan khas Ramadan di Bosnia meliputi kompot (semacam kolak yang terbuat dari buah-buahan kering), burek, haziki-ajvar, dan mashed potato. Kompot dari buah-buahan kering dipercaya sangat menyehatkan dan berfungsi membersihkan tubuh—minuman yang paling dirindukan saat Ramadan.
Setelah salat Maghrib dan menyantap hidangan berbuka, tradisi menikmati kopi khas Bosnia sambil berbincang menjadi momen kebersamaan yang hangat. “Pengalaman punya orang tua beda negara itu seru karena bisa mengenal budaya dan tradisi yang berbeda. Dari sisi ibu saya belajar sopan santun dan menghormati orang tua, sementara dari keluarga ayah di Bosnia lebih santai dan chill. Bahkan ada kata-kata yang mirip antara bahasa Indonesia dan Bosnia, seperti ‘muka’ yang artinya wajah,” cerita Malika, putri Herlina.
Kesamaan Esensi di Balik Perbedaan Tradisi
Meskipun cara merayakan Ramadan di Bosnia Herzegovina sedikit berbeda dengan Indonesia, esensi ibadah puasa tetap sama. Umat Muslim di negeri Balkan ini menjalani Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, memperbanyak rasa syukur, melatih disiplin diri, serta memohon ampunan dengan harapan dapat mengetuk pintu surga.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.