Lebih dari 30.000 butir telur digunakan dalam pembuatan cat dan glasir untuk dekorasi masjid ini. Menurut cerita turun-temurun, setelah pembangunan masjid selesai, Sultan Sulaiman Pasha merasa ada yang kurang. Atas saran seseorang, kaligrafi “Masha’Allah” ditambahkan di dinding masjid, melengkapi keindahan bangunan suci ini.

Tidak jauh dari Masjid Šarena, terdapat Plava Voda, mata air alami yang sangat jernih sepanjang 350 meter. Air yang mengalir di bawah Kastil Travnik ini menjadi sumber air utama bagi penduduk kota. Di musim semi, air mata air ini berwarna biru cerah, dikelilingi pepohonan yang bermekaran dengan bunga berwarna-warni.

Zenica: Jantung Industri dengan Kehangatan Tradisi Ramadan

Perjalanan dilanjutkan ke Zenica, kota industri terbesar di Bosnia Herzegovina yang berjarak 31 kilometer dari Travnik. Di kota inilah tradisi Ramadan dapat diamati lebih dekat melalui kehidupan Herlina, warga negara Indonesia yang telah hampir 10 tahun tinggal di Bosnia Herzegovina setelah menikah dengan pria Bosnia.

“Enaknya tinggal di sini adalah lokasinya yang sentral di Eropa. Dekat dengan Austria, Jerman, Kroasia, tapi tetap memiliki atmosfer Islam yang kental. Kita masih bisa mendengar azan, mudah mencari makanan halal. Sangat nyaman untuk seorang Muslim,” ujar Herlina.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________