Menurut Ustaz Adi, persiapan Ramadan atau yang dikenal dengan istilah tarḥīb merupakan tradisi yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Berbeda dengan perintah ibadah lain yang langsung dilaksanakan saat diturunkan, ayat tentang puasa Ramadan diturunkan sebulan sebelum pelaksanaannya – tepatnya pada hari Senin di bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah.
Konteks Historis Turunnya Ayat Puasa
Ustaz Adi menjelaskan latar belakang sosial Madinah saat ayat puasa diturunkan. Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Yatsrib (yang kemudian menjadi Madinah al-Munawwarah), kota tersebut menghadapi berbagai tantangan: konflik berkepanjangan antara suku Aus dan Khazraj selama 600 tahun, resesi ekonomi akibat monopoli perdagangan, serta dinamika dengan komunitas Yahudi setempat.
“Nabi SAW berhasil menyelesaikan konflik sosial dengan mempersaudarakan Aus dan Khazraj, menciptakan keseimbangan ekonomi dengan mendirikan pasar yang adil, dan menetapkan Piagam Madinah sebagai konsensus kebangsaan,” jelas Ustaz Adi.
Hikmah Persiapan Sebulan Penuh
Para ulama merumuskan beberapa hikmah mengapa Allah SWT menurunkan perintah puasa sebulan sebelum Ramadan:
- Adaptasi Bertahap: Memberikan waktu umat untuk menyesuaikan diri, terutama bagi mereka yang belum terbiasa berpuasa sebulan penuh.
- Persiapan Mental dan Fisik: Memungkinkan umat mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani agar dapat maksimal dalam beribadah.
- Peneladanan Nabi: Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW paling banyak berpuasa sunnah di bulan Sya’ban sebagai bentuk latihan sebelum Ramadan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.