PUNGGAWANEWS, GAZA – Umat Muslim Palestina memasuki bulan suci Ramadan dalam suasana yang masih diwarnai ketegangan. Meski kesepakatan gencatan senjata telah ditandatangani, suara ledakan bom dan tembakan masih menggema di wilayah Gaza, mengiringi ibadah tarawih pertama masyarakat setempat.
Pada Selasa malam waktu setempat, ribuan jemaah memadati Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk menunaikan salat tarawih perdana. Di Kota Gaza, warga berbondong-bondong menuju Masjid Agung Omari, salah satu dari puluhan bangunan bersejarah yang rusak parah akibat konflik berkepanjangan. Masjid tersebut masih dalam tahap pembersihan untuk menyambut bulan penuh berkah ini.
Ramadan di Balik Bayang-Bayang Konflik
Dr. Muhammad Reinaldi, relawan Emergency Medical Team (EMT) 12 Indonesia yang tengah bertugas di Gaza, menggambarkan kondisi lapangan yang masih memprihatinkan. “Di sekitar kami masih terdengar suara bom dan tembakan. Drone terus mengitari area pemukiman dan tempat kerja, sementara pesawat tempur kerap melintas di atas kepala kami,” ungkap Reinaldi dalam sambungan komunikasi yang sempat terganggu karena ketidakstabilan listrik dan jaringan internet di Gaza.
Ramadan tahun ini menandai periode ibadah pertama sejak kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada 10 Oktober 2025. Meskipun intensitas serangan berkurang pada hari pertama Ramadan, kehadiran pesawat tanpa awak dan suara persenjataan masih menjadi latar kehidupan sehari-hari warga Palestina.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.