Summarize the post with AI
Jalan-jalan Kedamaian Menuju Jalan Lurus
Mengutip ayat “yahdi bihillahu man ittaba’a ridwanahu subulas salami”, Quraish Shihab menjelaskan bahwa Allah memberi petunjuk ke berbagai jalan kedamaian yang semuanya bermuara pada shirathal mustaqim (jalan yang lurus).
“Allah tidak melarang kita berkelompok. Yang dilarang adalah berkelompok sambil berpecah belah. Kelompok-kelompok yang mengikuti jalan kedamaian akan diantar Allah ke shirathal mustaqim – jalan tol yang lebar dan bebas hambatan, di mana semua dapat berjalan tanpa bersenggolan karena bertujuan sama,” paparnya dengan analogi yang mudah dipahami.
Pengorbanan Demi Persatuan: Teladan Rasulullah dan Pendiri Bangsa
Quraish Shihab mengingatkan bahwa mewujudkan perdamaian memerlukan pengorbanan. Ia mengambil contoh Perjanjian Hudaibiyah, di mana Rasulullah rela menghapus tujuh kata penting dari naskah perjanjian demi tercapainya perdamaian.
“Bismillahirrahmanirrahim diminta dihapus karena kaum musyrik tidak mengenal Arrahman dan Arrahim. Kalimat ‘Muhammad Rasulullah’ juga dihapus karena mereka tidak mengakui beliau sebagai rasul. Demi perdamaian, Rasulullah bersedia menghapus tujuh kata yang sangat penting itu,” kisahnya.
Quraish Shihab kemudian menarik paralel dengan sejarah Indonesia. “Tujuh kata serupa pernah dihapus oleh pendiri bangsa dari Piagam Jakarta – ‘dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’. Ini dihapus demi perdamaian dan persatuan. Itulah tuntunan Al-Quran yang diajarkan kepada kita,” jelasnya.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.