Summarize the post with AI

Filosofi Keseimbangan dalam Kehidupan

Profesor penulis Tafsir Al-Misbah ini menjelaskan bahwa keseimbangan linguistik Al-Quran bukan sekadar kebetulan, melainkan mengandung pesan filosofis mendalam untuk diterapkan dalam kehidupan.

“Allah menciptakan alam semesta dengan prinsip keseimbangan. Matahari dan bulan bergerak dengan perhitungan yang sangat presisi. Bulan menerima cahaya matahari dan memantulkannya ke bumi sebanyak yang diterimanya. Bisakah kita meniru bulan? Sebanyak yang kita terima, sebanyak itu pula kita memberi,” ujar Quraish Shihab menganalogikan.

Manusia, lanjutnya, diciptakan dengan keseimbangan jasmani dan rohani. “Kita harus menjaga keseimbangan antara jasmani dan rohani, antara dunia dan akhirat, dalam segala aspek kehidupan kita,” pesannya.

Perbedaan Bukan Berarti Pertentangan

Menyinggung perbedaan penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri yang kerap terjadi di Indonesia, Quraish Shihab memberikan pencerahan dari ayat Al-Quran tentang kewajiban puasa.

“Dalam ayat ‘faman syahida minkumus syahra falyasumhu’, terkandung minimal dua makna. Pertama, siapa yang hadir di domisilinya dan melihat bulan dengan mata kepala, hendaklah berpuasa. Kedua, siapa yang menyaksikan bulan melalui pengetahuan, hendaklah berpuasa,” jelasnya.

Kedua penafsiran ini sama-sama benar menurut Quraish Shihab. “Allah mengajarkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan, tetapi perbedaan tidak harus menimbulkan pertentangan. Ini sejalan dengan falsafah Bhinneka Tunggal Ika,” katanya menegaskan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM